Lokasi kebakaran cukup jauh dari pusat permukiman Desa Pandansari. Diperlukan l waktu puluhan menit perjalanan untuk mencapai kawasan tersebut.
Kepala Desa Pandansari Yuli Effendi ketika dikonfirmasi mengatakan, rumah yang terbakar merupakan kediaman mantan kepala desa setempat yaitu Syahmani.
Saat kejadian, jelasnya mantan kades tersebut sedabg tidak ada di rumah. Hanyq ada sang istri di rumah.
"Infonya saat itu istri mantan pembekal paa ada di kamar mandi. Kaget tiba-tiba api sudah mulai membakar sebagian rumah," paparnya.
Cuaca panas dan material bangunan yang kering pada musim kemarau saat ini membuat api cepar membesar.
Beruntung, jarak antarbangunan di kawasan tersebut relatif berjauhan sehingga api tidak langsung merembet ke rumah warga lainnya.
Meski demikian, warga tetap bergerak cepat melakukan upaya penyelamatan.
Salah satu langkah yang dilakukan warga adalah merobohkan bangunan gudang sekaligus garasi yang berada di sebelah rumah mantan kades.
"Warga menggunakan chain saw merobohkan bangunan gudang/garasi itu. Lalu dipadamkan," sebut Yuli.
Langkah tersebut dilakukan untuk memutus jalur rambatan api sebelum kemudian bagian bangunan yang telah dirobohkan disiram dengan air.
Upaya itu akhirnya berhasil mencegah kobaran api meluas ke bangunan di sebelahnya.
"Kalau garasi itu tidak segera dirobohkan, mungkin api bisa merembet ke rumah sebelah," tandasnya.
Dalam kebakaran tersebut, hampir seluruh isi rumah tidak berhasil diselamatkan. Barang-barang rumah tangga, perabotan hingga surat-menyurat dan dokumen penting ikut hangus terbakar.
Harta benda yang sempat diselamatkan cuma dua unit kendaraan roda dua. Selebihnya, harta benda di dalam rumah ludes dilalap api.
"Yang tersisa hanya pakaian yang melekat di badan," kata Yuli.
Sementara itu terkait penyebab kebaakran belum diketahui dan masih dalam penanganan pihak terkait.
(derapwaktu.com/dw1/adh)
Komentar (0)