DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI  – Kemunculan satwa yang diduga harimau di dua titik permukiman Desa Asam Jaya, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, membuat pemerintah desa meminta penanganan segera dari instansi terkait.

Kepala Desa Asam Jaya, Dwi Wahyu Yuliantono, mengatakan satwa yang dilaporkan warga tersebut terlihat berukuran besar. 

Keberadaannya di sekitar permukiman dikhawatirkan membahayakan keselamatan masyarakat apabila tidak segera ditangani secara tepat.

Penampakan pertama dilaporkan sekitar pukul 08.00 Wita, Selasa (20/10/2026), di belakang rumah Simun, RT 1 Dusun 1. Satwa itu kemudian kembali terpantau beberapa puluh menit berselang di RT 6 Dusun 3, sekitar rumah Topo.

Kedua titik tersebut berjarak kurang lebih dua kilometer.

Kemunculan satwa tersebut terbilang tidak biasa bagi warga setempat. Dwi mengaku selama sekitar 35 tahun berada di Asam Jaya, dirinya belum pernah mendengar maupun melihat harimau muncul di wilayah itu.

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan keselamatan. Warga diminta berhati-hati ketika beraktivitas di luar rumah, khususnya di kebun karet dan sawit, serta menghindari aktivitas seorang diri di lokasi yang berisiko.

Dwi juga berharap instansi yang berwenang segera mendatangi lokasi untuk memverifikasi keberadaan satwa, mengidentifikasi jenisnya, dan menentukan tindakan penanganan yang sesuai.

Terkait dugaan bahwa satwa tersebut keluar dari habitatnya akibat dampak kebakaran hutan dan lahan, belum ada informasi terverifikasi yang memastikan hubungan tersebut. 

Begitu pula kemungkinan adanya lebih dari satu ekor satwa, yang belum dapat dipastikan hanya berdasarkan laporan penampakan di dua lokasi.

Sambil menunggu pemeriksaan petugas, warga diharapkan tidak mendekati, mengejar, mengepung, atau mencoba menangkap satwa tersebut sendiri. 

Jika kembali terlihat, masyarakat sebaiknya segera melapor kepada aparat desa dan petugas berwenang.

(derapwaktu.com/roy)