DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Jembatan Bati-Bati Empat kembali menjadi perhatian setelah sebuah truk besar pengangkut alat berat menabrak tiang besi bagian tengah jembatan, Senin (6/10/2026) malam sekitar pukul 19.00 Wita.
Jembatan yang berada di perbatasan Desa Benua Raya, Kecamatan Bati-Bati, dan Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), itu sempat membuat arus lalu lintas tersendat akibat insiden tersebut.
Kepala Desa Gunung Raja, Samsiar, mengatakan truk melaju dari arah Banjarmasin menuju Pelaihari. Saat melintas, truk menabrak tiang besi di bagian tengah jembatan.
Posisi tiang yang tertabrak kali ini berada di sisi kiri jika dilihat dari arah Banjarmasin menuju Pelaihari.
Benturan tersebut sempat menyebabkan antrean kendaraan cukup panjang. Dari arah Pelaihari, antrean bahkan dilaporkan mencapai sekitar satu kilometer lebih hingga mendekati kawasan SPBU di Desa Gunung Raja. 
Setelah situasi di lapangan dapat dikendalikan dan truk kembali bergerak, arus lalu lintas berangsur normal. Namun, kendaraan tersebut dihentikan oleh aparatur desa setempat untuk menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.
Samsiar mengatakan, benturan kali ini sepintas tidak terlihat separah kejadian beberapa waktu sebelumnya. 
Meski demikian, kondisi tiang tetap perlu diperiksa untuk memastikan apakah benturan menyebabkan pergeseran atau berdampak terhadap bagian lain dari konstruksi jembatan.
Apalagi, Jembatan Bati-Bati Empat bukan kali pertama mengalami insiden serupa.
Beberapa waktu silam, sebuah truk yang bergerak dari arah Pelaihari menuju Banjarmasin juga menabrak tiang bagian tengah jembatan. 
Bedanya, tiang yang terdampak saat itu berada di sisi kanan jika dilihat dari arah Banjarmasin menuju Pelaihari.
Sementara pada kejadian Senin malam, kendaraan bergerak dari arah sebaliknya, yakni Banjarmasin menuju Pelaihari, dan menabrak tiang di sisi kiri.
Kondisi tersebut kembali menjadi perhatian karena jembatan itu belum lama selesai diperbaiki akibat kerusakan pada insiden sebelumnya.
Perbaikan sebelumnya bahkan berlangsung cukup lama hingga berbulan-bulan dan sempat mengharuskan dibuatnya jalan darurat untuk menjaga kelancaran lalu lintas.
Menurut Samsiar, kerusakan akibat benturan terbaru memang belum terlihat separah insiden sebelumnya. 
Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah terdapat perubahan pada posisi tiang atau dampak terhadap struktur bagian bawah jembatan.
“Memang ada bagian tiang yang terkena benturan. Kalau bergeser atau tidak, itu perlu diperiksa lebih lanjut,” katanya.
Pemeriksaan teknis dinilai penting untuk memastikan kondisi Jembatan Bati-Bati Empat tetap aman dilintasi, terutama karena jalur tersebut menjadi akses penting kendaraan dari arah Banjarmasin menuju Pelaihari dan sejumlah wilayah di Tanah Laut.
Informasi mengenai kondisi akhir tiang dan konstruksi jembatan masih menunggu pemeriksaan dari instansi berwenang.
(derapwaktu.com/adh/roy)