DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Empat orang, termasuk seorang wanita yang sedang hamil, selamat setelah mobil Honda Brio warna merah yang mereka tumpangi terbalik di kawasan Bondong, RT 6, Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, (24/9/2026) dinihari.
Mobil tersebut diketahui melaju dari arah Pelaihari menuju Banjarmasin sebelum keluar dari badan jalan dan terbalik di kawasan rawa yang saat ini dalam kondisi kering akibat musim kemarau.
Ketua RT 6 Desa Gunung Raja, Rohimi, menuturkan insiden itu terjadi menjelang waktu subuh atau sekitar pukul 04.30 Wita.
Ia mengatakan kondisi kabut asap di sepanjang kawasan bondong memang cukup tebal dalam beberapa hari terakhir, terutama sejak dini hari hingga sekitar pukul 06.30 Wita.
Menurutnya, kabut asap tidak hanya terlihat di kawasan bondong. Kondisi serupa juga terpantau mulai dari pusat permukiman Desa Gunung Raja hingga kawasan bondong yang relatif sepi, kemudian berlanjut sampai wilayah RT 6 yang berbatasan dengan Desa Benua Raya, Kecamatan Bati-Bati.
“Memang beberapa hari terakhir kabut asap cukup tebal. Jarak pandang terganggu, terutama sejak dini hari sampai sekitar pukul 06.30 Wita,” ujar Rohimi.
Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat empat orang di dalam Honda Brio tersebut saat kejadian. Salah satunya merupakan seorang wanita yang sedang hamil.
“Alhamdulillah tidak ada apa-apa, baik-baik saja keadaannya. Semuanya baik-baik saja,” katanya.
Rohimi juga menyoroti kondisi lokasi tempat mobil terbalik. Kawasan tersebut merupakan rawa yang cukup dalam ketika musim penghujan, tetapi saat ini sedang kering akibat kemarau.
Menurutnya, kondisi rawa yang mengering menjadi faktor yang patut disyukuri dalam insiden tersebut.
Sebab, apabila kejadian serupa terjadi saat musim penghujan ketika air rawa cukup dalam, maka kondisinya bisa berbeda.
“Kalau musim penghujan airnya cukup dalam, tentu bisa berakibat fatal. Apalagi saat masih gelap dan mobil dalam posisi terbalik seperti itu,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Desa Gunung Raja Samsiar juga membenarkan adanya mobil yang terbalik di kawasan tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti kendaraan keluar dari badan jalan dan terbalik belum diketahui.
Kabut asap dengan jarak pandang terbatas menjadi kondisi yang menyertai kejadian tersebut, namun perlu keterangan lebih lanjut untuk memastikan faktor penyebab kecelakaan.
Kondisi ini kembali menjadi pengingat bagi pengguna yang melintasi kawasan bondong di jalur Pelaihari-Banjarmasin setempat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Khususnya saat melintas pada dini hari ketika kabut asap atau kondisi cuaca mengurangi jarak pandang.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)