DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI  – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-48 Tingkat Kabupaten Tanah Laut (Tala), resmi dibuka di Lapangan Pondok Pesantren Noor Hasyim, Kecamatan Pelaihari, Senin (21/9/2026) malam. 

MTQ tahun ini diikuti kafilah dari 11 kecamatan se-Tanah Laut.  Dihelat sejak 21 September hingga 23 September 2026.

Ajang religius itu resmi dibuka Bupati Tala H Rahmat Trianto ditandai dengan pemukulan bedug. 

Turut hadir mendampingi Wakil Bupati HM Zazuli, Ketua DPRD Tala Khairil Anwar, Forkopimda, Plt Kepala Kemenag Tala HM Wahyudi, Sekda Tala Ismail Fahmi,

Para tokoh penting turut menghadiri acara pembukaan MTQ yang berlokasi di halaman Ponpes Noor Hasyim, Pelaihari, di kawasan Jalan Raya Takisung tersebut. 

Di antaranya hadir Ketua MUI KH Ahmad Syarifuddin Noor, ulama kharismatik KH Mukri Yunus, Direktur Poli Tala Dr Meldayanoor, Guru M Noor dan jajaran pejabat teras, camat serta tokoh organisasi kemasyarakatan/kepemudaan. Salah satunya Ketua KNPI Tala Andri Febrian Noor. 

Para tokoh perempuan di daerah ini juga hadir. Di antaranya Ketua TP PKK Hj Dian Rahmat, Ketua GOW Hj Wiwi Zazuli, Ketua DWP Noor Aida Fahmi, dan lainnya. 

Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto menegaskan, MTQ tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga momentum memperkuat syiar Islam dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

“MTQ ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi merupakan bagian dari syiar agama kita,” ujar Rahmat.

Ia berharap MTQ mampu mendorong lahirnya generasi Qurani yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Gelaran MTQ juga membawa dampak langsung bagi warga di sekitar lokasi. 

Ramainya peserta dan masyarakat membuat sejumlah pedagang mendapat kesempatan meningkatkan omzet dagangan.

Salah seorang warga yang berjualan di sekitar lokasi mengaku senang dengan adanya MTQ

Menurutnya, keramaian acara menjadi berkah tersendiri karena dagangan lebih ramai dibeli.

“Alhamdulillah, adanya MTQ ini jadi berkah. Banyak orang datang, jadi bisa jualan dan dagangan laris manis,” ujarnya.

Bagi warga, MTQ pun tak hanya menjadi ruang syiar dan silaturahmi, tetapi sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

MTQ ke-48 Tanah Laut dijadwalkan menjadi momentum memperkuat syiar Islam sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat Bumi Tuntung Pandang.

(derapwaktu.com/roy