DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Kecamatan Kintap tampil sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XLVIII Tingkat Kabupaten Tanah Laut (Tala) Tahun 2026.
Prestasi tersebut mengakhiri rangkaian MTQN XLVIII yang resmi ditutup Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli di Lapangan Pondok Pesantren Noor Hasyim, Jalan Raya Takisung, Rabu (23/9/2026) malam.
Capaian Kintap sekaligus menjadi gambaran ketatnya persaingan antarkafilah dari kecamatan se-Tanah Laut dalam ajang yang tidak hanya mempertandingkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang pembinaan generasi Qur’ani di daerah.
Pemkab Tanah Laut memberikan apresiasi atas prestasi para peserta dan kafilah.
Salah satu bentuk penghargaan yang disiapkan berupa bonus umrah bagi pihak yang berhak menerima sesuai ketentuan panitia.
Wakil Bupati HM Zazuli mengatakan, MTQ tidak semestinya berhenti pada pencapaian juara. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur’an dan menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
“MTQ tidak hanya dimaknai sebagai sebuah perlombaan untuk mencari siapa yang terbaik, tetapi menjadi momentum untuk semakin mendekatkan masyarakat dengan Al-Qur’an,” ujar H Zazuli.
Menurutnya, keberhasilan MTQ bukan semata-mata ditentukan oleh siapa yang meraih juara, tetapi bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berjuang memberikan penampilan terbaik selama pelaksanaan MTQN XLVIII.
“Kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi, saya ucapkan selamat dan sukses. Semoga prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan membawa nama baik Kabupaten Tala pada MTQ tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Penutupan MTQN XLVIII turut dihadiri Ketua GOW Tala Hj. Wiwi Zazuli, Ketua DPRD Tala H Khairil Anwar, Forkopimda, Sekretaris Daerah Ismail Fahmi, kepala SKPD, para camat, tokoh agama, seluruh kafilah serta masyarakat.
Kemenangan Kintap diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi ikut mendorong pembinaan qari, qariah, hafiz dan hafizah secara berkelanjutan di tingkat kecamatan hingga kabupaten.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)