Memasuki wilayah Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, Tanah Laut (Tala), saputan asap tebal menyelimuti ruas jalan yang menjadi jalur utama menuju Banjarbaru hingga Banjarmasin.
Kondisi disebut semakin pekat ketika mendekati kawasan Pengayuan, Kota Banjarbaru.
Yanti, warga Desa Pandahan yang rumahnya berada di sekitar Tugu Perbatasan Tala–Banjarbaru, melaporkan kabut asap mulai turun sejak sekitar pukul 04.00 Wita.
“Sejak sekitar pukul 04.00 Wita kabut asap sudah tebal. Jarak pandang hanya sekitar satu meter,” ujar Yanti.
Menurutnya, kondisi pagi ini terasa lebih pekat dibandingkan kabut asap yang terjadi sehari sebelumnya maupun beberapa hari terakhir.
Kendati jarak pandang sangat terbatas, arus lalu lintas masih berjalan. Namun, kendaraan yang melintas terpaksa bergerak lebih pelan untuk mengantisipasi kondisi jalan yang tidak terlihat leluasa.
“Lalu lintas masih mengalir, tetapi pengendara berjalan pelan karena jarak pandangnya terbatas,” katanya.
Kabut asap juga dilaporkan semakin tebal ke arah Pengayuan. Perubahan kondisi tersebut membuat pengendara yang datang dari arah Tanah Laut perlu meningkatkan kewaspadaan ketika memasuki kawasan perbatasan.
Memasuki sekitar pukul 07.30 Wita,
saputan asap mulai berangsur menurun kepekatannya. Jalan perlahan terlihat lebih terang dan arus kendaraan mulai kembali normal.
Namun, Yanti yang juga seorang relawan ini mengingatkan kondisi tersebut bukan berarti pengguna jalan bisa kembali memacu kendaraan.
“Walaupun mulai terang, tetap hati-hati dan jalan pelan,” imbaunya.
Berulangnya kabut asap di jalur ini menjadi perhatian karena kawasan Pandahan–Pengayuan merupakan akses padat yang menghubungkan Tanah Laut dengan Banjarbaru dan Banjarmasin.
Sebelumnya, kabut asap juga beberapa kali muncul di kawasan yang sama dengan tingkat ketebalan yang berubah-ubah. Bahkan, pada sejumlah kejadian, jarak pandang turun drastis dan pengguna jalan harus memperlambat laju kendaraan.
Bagi pengendara yang melintas pada pagi hari, kewaspadaan menjadi kunci. Ketika kabut kembali menebal, kecepatan kendaraan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan melihat kondisi jalan dan kendaraan di depan.
Kabut boleh berangsur hilang, tetapi kewaspadaan jangan ikut menghilang.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)