Kondisi ini membuat pengguna Jalan A Yani yang melintas dari arah Tanah Laut menuju Banjarbaru harus ekstra hati-hati. Meski jarak pandang sangat terbatas, arus lalu lintas masih berjalan.
Yanti, warga Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, Tanah Laut, yang tinggal dekat Tugu Perbatasan Tala–Banjarbaru, mengatakan kabut pagi ini jauh lebih tebal.
"Tebal lagi kabut asap pagi ini. Lebih tebal dari Kamis kemarin, " sebutnya.
Menurutnya, para pengendara terlihat memperlambat laju kendaraan karena pandangan ke depan sangat terbatas.
Namun, hingga pagi hari arus kendaraan masih mengalir dan belum terjadi antrean panjang.
Kondisi tersebut juga mengejutkan Riswandi, warga Angsau, Pelaihari, yang pagi itu mengendarai sepeda motor menuju Banjarmasin untuk berbelanja sayuran.
Ia mengaku semula mengira kondisi pagi akan cerah. Namun, ketika memasuki Desa Pandahan pandangannya justru disambut kabut asap yang cukup pekat.
“Kaget juga. Saya kira pagi ini cerah, ternyata kabut asapnya tebal. Makin ke arah Banjarbaru makin tebal,,” kata Riswandi.
Karena jarak pandang terbatas, Riswandi memilih menurunkan kecepatan sepeda motornya hingga sekitar 35 kilometer per jam.
“Biar lambat, yang penting selamat,” ujarnya.
Ia mengaku semakin berhati-hati karena pandangannya juga mulai kurang jelas. Kondisi kabut asap membuatnya memilih tidak mengambil risiko dengan memacu kendaraan.
Kabut asap yang kembali menebal ini menambah daftar gangguan jarak pandang di jalur perbatasan Tala–Banjarbaru dalam beberapa pekan terakhir.
Sebelumnya, kondisi serupa beberapa kali terjadi dengan tingkat ketebalan yang berubah-ubah.
Bahkan, pada beberapa kejadian, asap sempat mengganggu arus lalu lintas dan menyebabkan antrean kendaraan.
Kini, meski lalu lintas masih mengalir, kondisi jarak pandang sekitar satu meter menjadi peringatan bagi pengguna jalan agar tidak memaksakan kecepatan.
Pengendara yang melintas di kawasan Pandahan menuju Pengayuan diimbau memperlambat kendaraan, menjaga jarak aman, menyalakan lampu kendaraan dan menggunakan masker apabila kondisi asap kembali pekat.
Bagi pengguna jalan, pagi ini bukan soal siapa yang paling cepat sampai—melainkan siapa yang paling selamat tiba di tujuan.
Seiring beranjaknya waktu, saputan kabut asap mulai berkurang kepekatannya. Pulul 07.30 Wita mula lebih terang.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)