Sekitar pukul 06.00 Wita, kobaran api membakar sebuah kandang ayam milik Abdurahman. Tak hanya kandang dan ayam di dalamnya, satu unit truk berwarna kuning yang terparkir tak jauh dari lokasi turut dilalap api.
Suara sirene mobil pemadam kebakaran yang melintas di permukiman membuat warga keluar rumah.
Kepulan asap tebal yang membubung ke langit menjadi tanda bahwa kebakaran terjadi tak jauh dari mereka.
Heri (30), warga setempat, mengaku terkejut mendengar suara sirene yang tak biasa terdengar pada pagi hari.
“Saya langsung keluar rumah dan bergegas menuju titik asap tebal. Ternyata ada kebakaran kandang ayam beserta truk warna kuning milik Abdurahman,” ujarnya.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Tanah Laut, Totom Wahyudi, membenarkan peristiwa tersebut.
Menurutnya, laporan kebakaran diterima petugas piket Damkar Pos Induk dari warga.
Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman setibanya di tempat kejadian.
“Diduga sementara, asal api dari alat pemanas kandang yang sedang beroperasi,” kata Totom.
Api kemudian membakar bangunan kandang yang berisi ayam. Kobaran api juga merembet hingga membakar satu unit truk berwarna kuning yang terparkir tidak jauh dari kandang.
Petugas Damkar berjibaku selama lebih dari satu jam hingga api berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengalami luka dalam kejadian tersebut.
Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi pemilik usaha peternakan untuk memastikan perangkat pemanas kandang dalam kondisi aman, terutama saat beroperasi pada waktu-waktu rawan.
(derapwaktu.com/adh)
Komentar (0)