DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Kain Sasirangan khas Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, kembali dibawa ke panggung nasional sebagai bagian dari diplomasi budaya dan penguatan ekonomi kreatif daerah.
Melalui Dekranasda Kabupaten Tanah Laut, Sasirangan diperkenalkan dalam ajang Modern Nusantara Fashion Design Competition: Vastraloka 2026 yang berlangsung di Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan, 21–23 Agustus 2026.
Kehadiran Tanah Laut dalam ajang tersebut tidak sekadar memamerkan produk kerajinan daerah. Lebih jauh, menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring perajin, pelaku UMKM dan IKM Tanah Laut dengan ekosistem industri kreatif hingga ke tingkat internasional.
Ketua Dekranasda Kabupaten Tanah Laut, Hj Dian Rahmat Trianto hadir langsung pada ajang bergengsi itu .
First lady Tala ini bahkan dipercaya menjadi tamu kehormatan sekaligus narasumber dalam sesi talkshow bertajuk “From Heritage to Global Collaboration: Elevating Indonesian Wastra Through Innovation, Culture & Creative Economy.”
Forum tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi wastra daerah sekaligus membahas bagaimana kekayaan budaya Indonesia dapat dikembangkan melalui inovasi, kolaborasi dan ekonomi kreatif.
Sasirangan Dipadukan dengan Sentuhan Desainer Eropa
Partisipasi Tanah Laut dalam Vastraloka 2026 merupakan kelanjutan dari keikutsertaan Dekranasda Tanah Laut pada Indonesia Creative Week Belgium (ICWB) 2025.
Program tersebut menjadi jembatan bagi perajin lokal untuk masuk ke jejaring mode global, khususnya pasar Eropa.
Dalam rangkaian kolaborasi internasional itu, sekitar delapan desainer dari sejumlah negara Eropa, termasuk Belgia, Belanda dan Spanyol, dilibatkan untuk mengeksplorasi kekayaan wastra Nusantara.
Melalui program Cross Culture Fashion Lab, para desainer diberi kesempatan berinteraksi langsung dengan perajin, bertukar pengetahuan serta mengikuti program residensi.
Sasirangan pun tidak berhenti sebagai kain tradisional. Di tangan para desainer, wastra khas Banua tersebut dieksplorasi menjadi busana modern dengan siluet kontemporer dan wearable.
Permainan warna, eksplorasi teknik hingga pemanfaatan konsep ramah lingkungan seperti upcycling menjadi bagian dari pengembangan desain.
Meski tampil lebih modern, karakter Sasirangan tetap dipertahankan. Motif, komposisi dan teknik jelujur menjadi identitas yang tetap melekat dalam setiap karya.
Bukan Sekadar Menjual Produk
Upaya membawa Sasirangan ke panggung internasional juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dan IKM Tanah Laut.
Program yang dikembangkan mencakup inkubasi, pelatihan bersama, penguatan manajemen serta peningkatan kualitas produk.
Tujuannya agar produk perajin lokal tidak hanya menarik secara desain, tetapi juga semakin siap memenuhi standar pasar internasional.
Diplomasi budaya tersebut sekaligus membuka peluang agar karya perajin Tanah Laut memiliki nilai ekonomi yang lebih besar.
Dengan demikian, pelestarian budaya berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi kreatif.
Bagi Tanah Laut, Sasirangan bukan hanya simbol budaya. Kain tersebut menjadi salah satu pintu untuk memperkenalkan identitas daerah sekaligus potensi pelaku usaha lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Warga Tala Apresiasi Tinggi
Kehadiran Sasirangan Tanah Laut di panggung Vastraloka 2026 mendapat apresiasi dari masyarakat.
Ristanti, warga Pelaihari, mengaku bangga melihat produk khas daerah mulai diperkenalkan dalam forum yang melibatkan jejaring internasional.
“Bangga sekali melihat Sasirangan Tanah Laut bisa dibawa sampai ke Jakarta dan dikenalkan ke dunia. Semoga semakin banyak perajin dan UMKM Tala yang mendapat kesempatan seperti ini,” ujarnya, Rabu (26/8/2026).
Senada, Hidayati, warga Tanah Laut lainnya, menilai promosi Sasirangan ke panggung internasional dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk ikut melestarikan budaya daerah.
“Ini bukan hanya soal kain, tetapi identitas Tanah Laut. Kalau dikembangkan dengan desain kekinian, anak muda juga akan semakin tertarik menggunakan dan melestarikannya,” katanya.
Menurutnya, promosi yang dilakukan secara berkelanjutan akan membantu memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.
Keikutsertaan Dekranasda Tanah Laut dalam Vastraloka 2026 turut mendapat dukungan KBRI di Belgia,
Kedutaan Besar Kerajaan Belgia di Indonesia, Native Indonesia, Fashion Crafty Jakarta dan Lippo Mall Nusantara Jakarta.
Langkah tersebut menjadi bagian dari estafet diplomasi budaya Tanah Laut.
Sasirangan terus didorong tidak hanya tetap hidup sebagai warisan leluhur, tetapi juga tumbuh sebagai produk kreatif yang memiliki daya saing dan mampu membawa nama Tanah Laut ke panggung dunia.
Pada ajang spektakuler itu Dubes Kerajaan Belgia Mr David Jordens terpesona oleh lain Sasirangan khas produksi IKM Tala.
Ketua Dekranasda Tala Hj Dian Rahmat menjelaskan secara detail, termasuk teknik jelujur sasirangan hingga ragam motifnya.
Hj Dian juga memberikan peci khas Tala berciri khas Sasirangan yaitu Kondang (Kopiah Tuntung Pandang). Mr David Jordens antusias dan langsung mengenakannya.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)