DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut (Tala), mulai mengusik aktivitas pendidikan. Di UPTD SDN 2 Pandahan di Desa Pandahan, jam masuk siswa terpaksa dimundurkam yakni digeser satu jam untuk mengurangi paparan asap.

Sekolah yang berada di ujung wilayah Kecamatan Bati-Bati dan berdekatan dengan perbatasan Kota Banjarbaru itu kini memberlakukan penyesuaian jam belajar. Siswa yang sebelumnya masuk pukul 08.00 Wita, kini baru memulai kegiatan belajar mengajar pukul 09.00 Wita.

Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut Surat Edaran (SE) Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tala terkait penyesuaian jam belajar bagi sekolah yang terdampak kabut asap.

SE bernomor 400.3.5/10/SETDA/2026 tertanggal 21 Agustus 2026 tersebut ditandatangani Bupati Tala H Rahmat Trianto. 

"Jadi, sifatnya tentative atau menyesuaikan dengan kondisi di lapangan," jelas Kepala Dimas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tala Myrza Fazrina, Sabtu (29/8/2026).

Ia mengatakan SE tersebut berlaku untuk semua sekolah. Sejauh ini hanya SDN 2 Pandahan tersebut yang paling parah terdampak kabut asap pagi yang cukup tebal, belakangan ini.

Kepala UPTD SDN 2 Pandahan, Isnaniah, mengatakan kondisi asap sebelumnya sempat cukup tebal sehingga pihak sekolah harus menunda dimulainya pembelajaran.

“Pergeseran jam masuk lantaran kabut asapnya sangat tebal, tepatnya pada 19 Agustus 2026,” ujar Isnaniah.

Menurutnya, selain penyesuaian jam masuk, Disdikbud Tala juga telah membagikan masker kepada siswa dan guru sebagai langkah antisipasi terhadap dampak paparan asap.

Pada Sabtu hari ini aktivitas di lingkungan sekolah tampak berjalan normal. Kabut asap yang menyelimuti kawasan sekolah terlihat tidak setebal sebelumnya.

Sejumlah siswa bahkan masih terlihat beraktivitas di luar ruangan seperti bermain bola sebelum pembelajaran dimulai. 

Namun, kondisi berbeda terasa di ruas Jalan A Yani yang tak jauh dari sekolah. Kabut mulai menipis, tetapi aroma asap masih cukup kuat tercium.

Dampak kabut asap terhadap aktivitas anak-anak menjadi perhatian warga. Mereka berharap kondisi udara terus dipantau, terutama di kawasan sekolah dan permukiman yang berdekatan dengan sumber asap.

“Kalau asap tebal, memang lebih baik jam masuk anak-anak diundur. Anak-anak jangan sampai terlalu lama berada di luar ketika udara sedang tidak bagus,” kata Ristanti, warga Tanah Laut.

Hal senada disampaikan Hidayati, warga Tala lainnya. Menurutnya, pembagian masker dan penyesuaian jam sekolah merupakan langkah yang tepat, tetapi kondisi udara tetap perlu menjadi perhatian bersama.

“Yang penting anak-anak tetap bisa belajar, tetapi keselamatan dan kenyamanan mereka juga harus diutamakan. Kalau asap kembali pekat, mudah-mudahan ada langkah cepat dari pemerintah,” ujarnya.

Penyesuaian jam belajar di SDN 2 Pandahan menjadi gambaran bahwa kabut asap bukan sekadar persoalan jarak pandang. 

Ketika asap masuk ke ruang aktivitas masyarakat, sekolah pun harus mengubah ritme demi memastikan proses belajar tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan siswa dan guru.

(derapwaktu.com/roy)