DERAPWAKTU. COM, PELAIHARI - Misteri identitas sesosok mayat yang ditemukan di kawasan kebun bersemak Desa Benua Tengah, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, Jumat (11/9/2026) pagi, mulai menemui titik terang.
Sosok tersebut diduga kuat merupakan Afni, sekitar 40–41 tahun, warga yang dilaporkan hilang sejak 26 Juni 2026.
Kepala Desa Kandangan Baru, Kecamatan Panyipatan, Rusdi, membenarkan adanya dugaan tersebut.
Menurutnya, sejumlah barang yang ditemukan di lokasi mengarah kepada Afni.
Di antaranya sebuah dompet yang di dalamnya terdapat KTP atas nama Afni dan STNK. Selain itu, terdapat gelang karet yang disebut biasa dikenakan Afni.
Petunjuk lainnya adalah pakaian yang dikenakan korban.
Menurut Rusdi, korban ditemukan mengenakan celana pendek dan baju lengan pendek dengan warna yang sama seperti pakaian yang dikenakan Afni ketika terakhir kali meninggalkan rumah.
Namun demikian, Rusdi menegaskan bahwa kepastian identitas masih menunggu proses medis dan kepolisian.
Afni diketahui telah hilang sejak 26 Juni 2026. Dua hari kemudian, pada 28 Juni, Rusdi bersama pihak keluarga melaporkan kehilangan tersebut kepada kepolisian.
Sejak hari pertama dinyatakan hilang, pencarian langsung dilakukan. Tidak hanya pada siang hari, pencarian juga dilakukan hingga malam dan diperluas ke sejumlah wilayah sekitar.
Pencarian bahkan dilakukan hingga desa tetangga, termasuk Desa Gunung Makmur, Kecamatan Takisung, yang wilayahnya berbatasan dengan Desa Benua Tengah dan Desa Kandangan Baru.
Upaya pencarian kala itu juga melibatkan BPBD Tanah Laut bersama pihak terkait lainnya.
Kini, setelah berminggu-minggu pencarian, harapan keluarga untuk menemukan Afni akhirnya mendapatkan titik terang—meski harus menghadapi kenyataan yang sangat berat.
Jenazah telah dibawa petugas kepolisian ke kamar jenazah RSUD Hadji Boejasin Pelaihari untuk menjalani proses visum.
Setelah proses tersebut, jenazah akan dibawa ke rumah duka. Mengenai lokasi pemakaman, pihak keluarga masih belum menentukan apakah akan dimakamkan di Desa Kandangan Baru, kampung orang tua Afni, atau di Desa Kuringkit, Kecamatan Panyipatan, tempat orang tua istri.
Rusdi menjelaskan, secara administrasi kependudukan Afni merupakan warga Desa Kuringkit. Namun, aktivitas sehari-harinya sebagai petani/pekebun lebih banyak dilakukan di Desa Kandangan Baru.
Karena itu, Afni kerap pulang-pergi dan terkadang menginap di rumah orang tuanya di desa tersebut.
Setelah berminggu-minggu dicari, kini keluarga tinggal menunggu kepastian akhir dari proses identifikasi dan pemeriksaan medis.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)