DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Derasnya perkembangan teknologi membawa tantangan tersendiri bagi pembentukan karakter generasi muda.
Di tengah kemudahan mengakses berbagai informasi, penguatan iman dan akhlak dinilai menjadi benteng penting agar anak-anak muda Kabulaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, tidak kehilangan pegangan.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli (H Uli) saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Sirajul Huda Pelaihari, Kamis (11/9/2026).
Kehadiran orang nomor dua di Bumi Tuntung Pandang ini disambut antusias Pompinan Ponpes Sirajul Huda KH Abdurrahman Husein beserta keluarga besar pondok setempat.
Menurut Zazuli, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid, tetapi perlu diterjemahkan dalam perilaku dan keteladanan sehari-hari.
“Terlebih bagi generasi muda, agar di tengah perkembangan zaman dan teknologi yang begitu cepat, generasi kita tetap memiliki iman, akhlak, dan pegangan agama yang kuat,” pesan H Uli.
Ia menilai keberadaan pondok pesantren memiliki posisi strategis dalam membangun karakter generasi muda.
Pendidikan di pesantren tidak hanya memberikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga membentuk kebiasaan, akhlak serta nilai-nilai kehidupan yang menjadi bekal menghadapi perubahan zaman.
Karena itu, H Uli mengajak orang tua, guru, ulama dan seluruh elemen masyarakat bersama-sama memberikan perhatian terhadap tumbuh kembang generasi muda.
“Generasi muda harus kita jaga bersama. Jangan sampai kemajuan teknologi justru menjauhkan mereka dari nilai-nilai agama dan kehidupan sosial,” ujarnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, H Uli juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Ponpes Sirajul Huda yang terus berkontribusi dalam pendidikan dan pembinaan umat.
Ia berharap pesantren semakin mampu menjadi ruang pendidikan yang melahirkan generasi berilmu sekaligus berkarakter.
Selain penguatan akhlak, momentum Maulid Nabi juga diminta menjadi sarana mempererat ukhuwah dan silaturahmi. Nilai kepedulian, kebersamaan dan keteladanan Rasulullah SAW dinilai relevan untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Peringatan tersebut turut dihadiri para habaib, alim ulama, guru agama, pimpinan pesantren, wali santri serta keluarga besar Pondok Pesantren Sirajul Huda.
Apresiasi Warga
Sejumlah warga mengapresiasi pesan yang disampaikan Wabup HM Zazuli. Mereka menilai perhatian terhadap pendidikan akhlak penting karena tantangan yang dihadapi anak-anak muda saat ini semakin kompleks.
Yusran, warga Pelaihari, mengatakan pendidikan agama perlu berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi.
“Anak-anak sekarang sangat dekat dengan gadget dan media sosial. Karena itu, bukan teknologinya yang harus dijauhi, tetapi anak-anak perlu dibekali iman dan akhlak agar mampu menggunakannya dengan bijak,” katanya.
Senada, Rahmat, warga Pelaihari, berharap pesantren dan keluarga semakin kuat bekerja sama dalam membentuk karakter anak.
“Kami mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap pendidikan keagamaan. Harapannya kegiatan seperti Maulid tidak hanya menjadi acara tahunan, tetapi nilai keteladanan Nabi benar-benar diterapkan dalam kehidupan anak-anak,” ujarnya.
Bagi masyarakat, penguatan akhlak generasi muda bukan semata urusan lembaga pendidikan. Keluarga, lingkungan dan pemerintah memiliki peran yang sama penting dalam memastikan kemajuan zaman tetap berjalan seiring dengan kuatnya nilai agama dan kemanusiaan.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)