DERAPWAKTU. COM, BARABAI — Kepanikan melanda warga Desa Sungai Jaranih, Kecamatan Labuhan Amas Selatan (LAS), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026) malam. 

Api berkobar dan dengan cepat melahap sejumlah rumah warga yang mayoritas berbahan kayu.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.50 Wita di RT 005/RW 003. Kobaran api menghanguskan sedikitnya sembilan bangunan rumah hingga 100 persen, sementara tiga bangunan lainnya mengalami kerusakan sebagian.

Data sementara Tagana HST mencatat sedikitnya 12 bangunan terdampak. Bangunan yang terbakar didominasi konstruksi kayu sehingga api dengan cepat merambat dan menghanguskan rumah-rumah di sekitarnya.

Di antara warga yang terdampak terdapat Nursehan, seorang lansia yang tinggal seorang diri. 

Rumah kayu miliknya dilaporkan hangus seluruhnya.

Selain itu, rumah milik Surbin, H. Anwar, Sufiani, Jumri, M Ilmi, Lamsiah, dan Nursihan juga dilaporkan mengalami kerusakan hingga 100 persen. 

Rumah milik H Anwar lainnya yang difungsikan sebagai gudang turut hangus terbakar.

Sementara rumah Arbain mengalami kerusakan sekitar 30 persen, Muhammad Razikin 20 persen, dan rumah permanen milik Mahyudin terdampak sekitar 15 persen.

Beruntung, tidak ada korban luka maupun cedera dalam musibah tersebut.

Penanganan di lokasi melibatkan Tagana HST, BPBD dan Damkar HST, Balakar 654 Murakata Barabai, Polsek Labuhan Amas Selatan, pemerintah Desa Sungai Jaranih, Kecamatan LAS, Koramil, PLN, serta masyarakat sekitar.

Petugas kemudian melakukan pendataan terhadap warga dan bangunan yang terdampak. 

Data administrasi kependudukan milik warga terdampak juga dilaporkan habis akibat kebakaran.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib.


Keprihatinan dari Layar Ponsel

Musibah tersebut juga memantik keprihatinan warga HST yang mengetahui kejadian melalui unggahan dan informasi yang beredar di media sosial.

Salah seorang warga HST, M Amin, yang melihat rekaman kebakaran tersebut dari media sosial, mengaku prihatin melihat kobaran api yang melahap rumah-rumah warga.

“Sedih melihatnya. Apalagi dari video yang beredar, api terlihat besar dan cepat sekali merambat. Semoga warga yang terdampak diberi ketabahan dan segera mendapat bantuan,” ujarnya.

Bagi warga yang menyaksikan dari layar ponsel, kebakaran itu bukan sekadar rekaman. 

Rumah-rumah yang dilalap api adalah tempat warga menjalani kehidupan sehari-hari—yang dalam hitungan waktu berubah menjadi puing.

Kini, warga terdampak harus menghadapi malam dengan kehilangan tempat tinggal dan harta benda, sementara proses pendataan dan penanganan pascakebakaran terus dilakukan oleh petugas bersama pemerintah setempat dan masyarakat.

(derapwaktu.com/roy)