DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI - Selain menyentuh sektor infrastruktur, tim PKM Program Studi D-IV Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan (TRKJJ) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) juga mendorong pengembangan potensi ekonomi Desa Pandahan melalui sektor pariwisata berbasis masyarakat.
Program tersebut dipimpin Ririn Khairunnisa MPd dengan fokus Penguatan Kapasitas SDM Lokal melalui Perancangan dan Pengembangan Wisata Air Berbasis Potensi Lokal.
Menurut Ririn, Jumat (3/7/2926), Desa Pandahan yang berada di wilayah Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, memiliki potensi wisata yang cukup besar. Terutama wisata air yang dipadukan dengan kuliner khas desa.
Namun, potensi tersebut masih memerlukan pendampingan agar dapat berkembang menjadi destinasi yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Melalui kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat), tim memberikan sosialisasi kepada warga mengenai tahapan awal pengembangan kawasan wisata, mulai dari identifikasi potensi, penataan kawasan, peningkatan kualitas pelayanan, hingga strategi promosi berbasis digital.
Pendampingan juga diarahkan pada pengembangan warung kuliner desa agar memiliki daya tarik lebih bagi pengunjung.
"Tujuan kami bukan hanya membangun fisiknya, tetapi juga membangun kesiapan masyarakat sebagai pelaku wisata sehingga nantinya mampu mengelola potensi desa secara mandiri," jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan sebuah desa wisata tidak hanya ditentukan oleh keberadaan objek wisata, tetapi juga kualitas pelayanan masyarakat, kebersihan lingkungan, serta kemampuan mempromosikan potensi yang dimiliki.
Drainase Mikro Jadi Solusi Limbah Rumah Tangga
Persoalan lingkungan juga menjadi perhatian dalam program pengabdian tersebut.
Tim yang dipimpin Nurul Fajariah MPd memperkenalkan sistem drainase mikro berbasis filtrasi sederhana sebagai solusi pengelolaan limbah rumah tangga di kawasan rumah panggung.
Program ini berangkat dari kondisi masyarakat yang masih membuang air limbah rumah tangga langsung ke lingkungan tanpa proses penyaringan.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila terus berlangsung.
Melalui program ini, tim membangun satu unit percontohan menggunakan material sederhana berupa kerikil, pasir, dan arang.
Air limbah rumah tangga dialirkan terlebih dahulu ke media filtrasi sebelum masuk ke saluran drainase mikro dan area resapan.
Cara tersebut dinilai mudah diterapkan masyarakat karena menggunakan bahan yang murah, mudah diperoleh, dan dapat dibuat secara mandiri.
Selain membangun unit percontohan, tim juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga demi menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat.
Nurul Fajariah mengatakan, penerapan sistem drainase mikro tersebut merupakan bentuk penerapan ilmu teknik sipil dalam mendukung pembangunan lingkungan berkelanjutan.
Program itu sekaligus mendukung pencapaian SDGs Desa, khususnya pembangunan infrastruktur lingkungan, aksi iklim, serta kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.
Petani Dibekali Peta Drainase dan Cara Kelola Gambut
Program lainnya menyasar sektor pertanian yang menjadi salah satu mata pencaharian utama warga Desa Pandahan.
Ketua tim Muhammad Rizan Adam ST MT menjelaskan, petani selama ini menghadapi persoalan tanah gambut yang memiliki tingkat keasaman tinggi dengan pH berkisar 3 hingga 4,5.
Kondisi tersebut membuat produktivitas lahan belum optimal.
Untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, tim melakukan serangkaian kegiatan mulai dari pengukuran pH tanah dan air, pemetaan topografi menggunakan drone, hingga penyusunan sistem drainase sawah.
Data tersebut kemudian diolah menjadi Peta Sistem Drainase Sawah berukuran A1 dan A2 yang diserahkan kepada pemerintah desa dan kelompok tani.
Dokumen tersebut menjadi panduan dalam pengelolaan tata air lahan pertanian.
Tak hanya itu, para petani juga mendapatkan pelatihan mengenai teknik pencucian asam (leaching), penggunaan kapur dolomit, serta pemanfaatan abu sekam padi sebagai bahan amelioran lokal.
Sebagai pendukung monitoring, petani juga dibekali Kartu Pemantauan pH Tanah sehingga dapat mencatat perkembangan kondisi lahan secara mandiri meski program pengabdian telah selesai.
Menurut Muhammad Rizan Adam, pendekatan tersebut diharapkan mampu membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian melalui pengelolaan lahan gambut yang lebih baik.
Kolaborasi PKM dan KKN Berjalan Beriringan
Seluruh program pengabdian berlangsung beriringan dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata mahasiswa TRKJJ.
Mahasiswa tidak hanya membantu pelaksanaan lima program utama, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Mereka terlibat dalam pelayanan Posyandu, sosialisasi pencegahan perundungan (bullying) di sekolah, gotong royong membersihkan lingkungan desa, hingga mendukung berbagai kegiatan yang dilaksanakan pemerintah desa.
Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa tersebut membuat pelaksanaan pengabdian tidak hanya menghasilkan dokumen teknis, tetapi juga memberikan dampak sosial yang dirasakan masyarakat.
Kepala Desa: Manfaatnya Sangat Dirasakan Warga
Rangkaian kegiatan ditutup bersamaan dengan penjemputan mahasiswa KKN yang dihadiri Kepala Desa Pandahan, perangkat desa, dosen, Koordinator Program Studi, Koordinator KKN, mahasiswa, serta masyarakat.
Kepala Desa Pandahan Alpian Taurus SPd menyampaikan apresiasi atas komitmen Politeknik Negeri Tanah Laut yang selama tiga bulan mendampingi desanya.
Menurutnya, berbagai program yang dilaksanakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Mulai dari penyusunan perencanaan jalan titian, skala prioritas pembangunan jalan desa, penerapan drainase mikro, pengembangan wisata air kuliner, hingga pendampingan pengelolaan lahan gambut.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa yang aktif membantu pelayanan Posyandu, memberikan edukasi di sekolah, serta ikut bergotong royong bersama masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Desa Pandahan, kami mengucapkan terima kasih kepada Politeknik Negeri Tanah Laut, khususnya Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan," ucapnya.
Seluruh kegiatan tersebut dikatakannya sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pihaknya berharap hasil pendampingan ini dapat terus dimanfaatkan sebagai dasar pembangunan desa dan kerja sama ini dapat terus berlanjut pada masa mendatang.
Tinggalkan Warisan Pembangunan Desa
Program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan Prodi D-IV Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan Politala di Desa Pandahan menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan daerah.
Selama tiga bulan, tim berhasil meninggalkan berbagai luaran yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat dan pemerintah desa, mulai dari dokumen perencanaan jalan titian, data prioritas pembangunan jalan desa.
Lalu, terkait sistem drainase mikro ramah lingkungan, peta sistem drainase sawah, hingga penguatan kapasitas masyarakat dalam pengembangan wisata berbasis potensi lokal.
Lebih dari itu, program tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, mahasiswa, dan masyarakat mampu menghasilkan solusi nyata bagi pembangunan desa yang berkelanjutan, berbasis data, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)