Dalam hitungan menit, sebuah rumah dan warung yang berada di pinggir Jalan A Yani, jalur Pelaihari–Kintap, ludes dilalap si jago merah.
Api dengan cepat membesar lantaran bangunan yang terbakar didominasi material kayu.
Tiupan angin kencang membuat kobaran semakin sulit dikendalikan dan sempat memicu kekhawatiran warga api merembet ke bangunan di sekitarnya.
Kepulan asap tebal bahkan terlihat dari sekitar lokasi. Warga yang mengetahui kejadian langsung berdatangan.
Sementara itu petugas pemadam kebakaran dan relawan bergerak menuju titik api.
Joko (45), warga SumberMuliya, mengaku pertama kali mengetahui kebakaran setelah melihat kepulan asap tebal saat berada di kebun.
"Kebetulan saya lagi di kebun dan melihat ada asap tebal. Saya langsung berlari ke arah sumber asap, ternyata api sudah berkobar besar di salah satu rumah warga di RT 7," ujarnya.
Tak lama kemudian, unit pemadam kebakaran tiba di lokasi. Petugas Damkar bersama BPBD, Relawan Publik, Relawan Arissa, serta personel patroli Polsek Pelaihari langsung melakukan penyemprotan untuk menjinakkan api.
Posisi bangunan yang terbakar tepat di sisi jalan utama juga membuat arus lalu lintas sempat ramai, padat dan tersendat.
Pengendara yang melintas memperlambat laju kendaraan untuk melihat kondisi kebakaran.
Petugas berjibaku sekitar 30 menit hingga kobaran api berhasil dipadamkan. Namun, cepatnya api menjalar membuat rumah dan warung tersebut tak terselamatkan.
Keduanya tinggal puing dan arang.
Beruntung, api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan lainnya.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dari Polsek Pelaihari.
(derapwaktu.com/adh)
Komentar (0)