DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Usia boleh bertambah, uban boleh semakin banyak. Namun semangat berolahraga tak boleh ikut menua.

Semangat itulah yang tergambar dari komunitas tenis Nyakban di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan. 

Rabu (7/10/2026) pagi besok,  para anggota komunitas yang didominasi kalangan senior dan pensiunan tersebut akan menuntaskan gelaran All Nyakban Tenis Competition (ANTC) ke-8 Tahun 2026.

Empat pertandingan perebutan posisi juara akan menjadi rangkaian utama sebelum kegiatan ditutup.

Di Kelompok A, laga final mempertemukan pasangan Agus L/Suhadi melawan Sukamta/Tarno untuk memperebutkan juara pertama dan kedua.

Sementara perebutan juara ketiga dan keempat mempertemukan Adriansyah/Riyadi kontra Arifin/Syaifullah.

Persaingan di Kelompok B juga tak kalah menarik. 

Pansyah/Samin akan menghadapi Ahmed/Sugeng pada partai final perebutan juara pertama dan kedua.

Sedangkan perebutan posisi ketiga dan keempat mempertemukan Tumino/Ardiansyah melawan Wahatno/Hasuna.

Seluruh pertandingan dijadwalkan dimulai pukul 07.30 Wita. Para pemain diminta sudah berada di lokasi 30 menit sebelum pertandingan dimulai.

Namun, ada cerita lain yang membuat penutupan ANTC 8 kali ini menjadi lebih istimewa.

Momentum final tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun ke-72 H Adriansyah atau Pak Aad, yang merupakan salah satu tokoh penting di Tala sekaligus dikenal sebagai penggemar olahraga tenis.

Mantan Bupati Tala dua periode, 2003-2008 dan 2008-2013, itu juga tercatat sebagai bagian dari komunitas Nyakban.

Rekan sesama mantan Bupati Tala, H Sukamta, juga aktif dalam komunitas tersebut. 

Sukamta merupakan Bupati Tala periode 2018-2023 dan sebelumnya pernah menduduki sejumlah jabatan penting di lingkungan Pemkab Tala.

Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bagian dari warna tersendiri komunitas Nyakban. 

Di lapangan, status dan jabatan seolah ditinggalkan. Yang tersisa adalah raket, bola, keringat dan semangat bermain.

Bahkan, panitia telah menyiapkan surprise khusus untuk Pak Aad bertepatan dengan hari ulang tahunnya.


Berawal dari Obrolan di Pinggir Lapangan

Nyakban  bukan komunitas yang lahir dari sebuah agenda besar.

Komunitas tersebut terbentuk secara spontan dari kebiasaan para pencinta tenis berusia senior yang rutin berkumpul dan bermain di Lapangan Tenis Pemuda, Pelaihari.

Dari obrolan ringan saat beristirahat setelah bermain, muncul gagasan untuk membuat wadah bersama. 

Nama Nyakban, yang merupakan singkatan atau sebutan dari “banyak uban”, kemudian dipilih sebagai identitas komunitas.

Nama itu justru menjadi simbol keakraban. Mayoritas anggotanya merupakan orang-orang yang telah berusia lanjut

Termasuk para pensiunan, tetapi tetap memiliki semangat untuk menjaga kebugaran melalui olahraga tenis.

Mereka rutin bermain setiap Rabu pagi. Selain kegiatan internal, komunitas ini juga pernah melakukan pertandingan persahabatan dengan komunitas tenis dari sejumlah daerah lain di Kalimantan Selatan.

H Sukamta mengatakan, keberadaan Nyakban bukan hanya untuk olahraga, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi.

“Nyakban menjadi wadah berhimpun untuk memperkuat silaturahmi sekaligus untuk bugar melalui olahraga tenis,” ujar Sukamta, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, tahun ini komunitas tersebut menggelar kompetisi internal. Momentum pertandingan kemudian disesuaikan dengan hari ulang tahun Pak Aad.

“Tahun ini kami menggelar lomba internal Nyakban. Waktunya sekaligus dipaskan dengan momen ultah Pak Aad,” katanya.

ANTC 8 pun menjadi gambaran sederhana bahwa olahraga tidak mengenal batas usia.

Di saat banyak orang mulai mengurangi aktivitas fisik karena faktor usia, para “Nyakban” justru masih rutin bertemu di lapangan.

Bukan semata mengejar kemenangan, tetapi menjaga badan tetap bergerak, pikiran tetap segar dan persahabatan tetap terawat.

Dan Rabu pagi nanti, raket-raket mereka kembali beradu.

Bola tenis boleh melaju kencang melintasi net, tetapi semangat kebersamaan tetap menjadi permainan utama para Nyakban.

(derapwaktu.com/roy)