Tak hanya fokus pada ketersediaan stok dan kelancaran penyaluran. Pada kegiatan tersebut, petugas juga menyaksikan langsung proses tera atau pengujian takaran BBM subsidi jenis Pertalite yang dilakukan pihak SPBU.
Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat tak hanya mendapatkan akses BBM subsidi, tapi juga memperoleh volume bahan bakar yang sesuai dengan takaran yang seharusnya.
Di salah satu SPBU yang menjadi lokasi monitoring, petugas SPBU melakukan pengujian menggunakan alat ukur khusus.
Proses tera dilakukan dengan menuangkan Pertalite dari dispenser ke bejana ukur standar guna memastikan volume yang keluar sesuai ketentuan.
Pengujian tersebut disaksikan langsung oleh personel Polres Tanah Laut dan Satpol PP yang turut melakukan pemantauan distribusi BBM subsidi di lapangan.
Kanit Tipidter Satreskrim Polres Tanah Laut, Ipda Muhammad Fahmi Sanusi, mengatakan monitoring dilakukan untuk memastikan distribusi BBM subsidi berlangsung aman, tertib, dan sesuai aturan, termasuk dari sisi kualitas pelayanan kepada konsumen.
"Kegiatan ini tidak hanya memantau distribusi dan ketersediaan BBM, tetapi juga memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai ketentuan, termasuk terkait ketepatan takaran BBM yang disalurkan," ujarnya.
Kehadiran petugas gabungan di area SPBU sempat menarik perhatian sejumlah pengendara.
Beberapa warga tampak memperhatikan proses pemeriksaan dan pengujian yang dilakukan, bahkan ada yang mengabadikannya menggunakan telepon genggam.
Meski demikian, aktivitas pengisian BBM tetap berlangsung normal. Di SPBU Amanah Pelaihari, antrean kendaraan roda dua terpantau masih dalam kategori wajar.
Jumlah kendaraan yang menunggu giliran hanya berada di dalam area SPBU dan tidak sampai memanjang ke badan jalan.
Sementara itu, sejumlah dispenser lainnya terlihat relatif lengang. Untuk beberapa jenis BBM, pasokan masih dalam proses pengiriman saat monitoring berlangsung sehingga aktivitas pelayanan tetap berjalan sesuai kondisi stok yang tersedia.
Kondisi serupa juga terlihat di SPBU kawasan Simpang Angsau. Arus kendaraan yang datang untuk mengisi bahan bakar berjalan lancar tanpa antrean panjang maupun penumpukan kendaraan.
Dari hasil pemantauan, distribusi BBM subsidi di sejumlah titik yang dikunjungi petugas terpantau aman dan kondusif.
Tidak ditemukan gangguan berarti yang berpotensi menghambat pelayanan kepada masyarakat.
Kabid Penegak Hukum dan Perundang-undangan Satpol PP dan Damkar Tala Masainor menyebut stok BBM aman atau dalam jumlah cukup saat pihaknya melakukan monitoring.
Di SPBU Almanar misalnya, saat pihaknya berada di lokasi masih ada tersisa 20 ribu liter Pertalite dari total 16 ribu liter yang didapat dari Pertamina.
Sementara itu di SPBU di simpang Amgsau, saat petugas gabungan berada di lokasi, stok Pertalite .yang masih tersedia yakni 4.000 liter.
Warga Pelaihari, M Harsono, mengapresiasi langkah pengawasan yang dilakukan aparat bersama pengelola SPBU.
Menurutnya, pemeriksaan takaran BBM secara terbuka dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat.
"Bagus kalau ada pengecekan seperti ini. Masyarakat jadi tahu bahwa bukan hanya distribusinya yang diawasi, tetapi juga takaran BBM yang diterima konsumen. Ini membuat pelayanan SPBU lebih transparan," katanya.
Melalui kegiatan monitoring dan tera tersebut, aparat berharap distribusi BBM subsidi dapat terus berjalan tertib, tepat sasaran, serta memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa bahan bakar yang diterima sesuai dengan volume yang dibayarkan.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)