DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Onggokan sampah yang berpotensi menghambat aliran air menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat di Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Sabtu (25/7/2026) pagi.Puluhan relawan bersama unsur pemerintah, TNI-Polri, hingga komunitas turun langsung membersihkan aliran Sungai Matah sebagai upaya mencegah banjir dan penyebaran penyakit.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 Wita hingga 10.00 Wita itu diinisiasi oleh komunitas peduli lingkungan MPAI My Darling. Organisasi ini tergolong aktif melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan. Selain aksi bersih-bersih, juga penanaman pohon penghijauan hingga bakti sosial.

Aksi gotong royong tersebut diikuti personel Polsek Pelaihari, Koramil, Kecamatan Pelaihari, Kelurahan Pelaihari, Karang Taruna, serta sejumlah komunitas dan organisasi masyarakat.

Kapolsek Pelaihari Ipda Karia Jaya mengatakan, keterlibatan Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap gerakan menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membangun kesadaran masyarakat.

"Aliran sungai yang bersih membuat air mengalir lancar sehingga dapat mengurangi potensi genangan. Lingkungan yang bersih juga lebih sehat, sedangkan sungai yang kotor berpotensi menjadi sumber berbagai penyakit," ujarnya di sela kegiatan.

Menurutnya, menjaga kebersihan sungai tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kepedulian seluruh lapisan masyarakat agar kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat dihilangkan.

Selain personel TNI-Polri dan pemerintah, aksi tersebut juga diikuti komunitas IKSPI Kera Sakti, Forza, KKSS, DPRKPLH, serta KPH Tanah Laut. Mereka bergotong royong mengangkat sampah organik maupun anorganik yang mengendap di aliran sungai.

Tokoh MPAI My Darling, Muhammad Haidir, menjelaskan kegiatan bersih-bersih lingkungan telah menjadi agenda rutin organisasinya. 

Tidak hanya membersihkan sungai, komunitas tersebut juga kerap memungut sampah di bahu jalan serta melaksanakan kegiatan penghijauan dengan melibatkan berbagai komunitas dan instansi pemerintah.

Haidir yang juga menjabat Ketua Karang Taruna Kabupaten Tanah Laut berharap kolaborasi lintas sektor seperti ini terus berlanjut sehingga kepedulian terhadap lingkungan semakin tumbuh di tengah masyarakat.

"Kami ingin gerakan ini menjadi budaya bersama. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar dampaknya bagi kebersihan dan kesehatan lingkungan," katanya.

Aksi gotong royong itu menjadi bukti bahwa menjaga sungai bukan hanya soal estetika, tetapi juga langkah nyata melindungi kesehatan masyarakat dan mengurangi risiko bencana saat musim hujan tiba.

(derapwaktu.com/dw1)