DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Jalan menuju Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) Kalsel 2027 mulai dibuka dari sebuah arena seleksi.
Bukan sekadar mencari siapa yang paling kuat, cepat atau terampil, tetapi memastikan pegiat olahraga masyarakat Tanah Laut yang terpilih benar-benar siap membawa nama daerah ke level provinsi.
Pesan itu mengemuka saat Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli membuka Seleksi FORPROV 2027 KORMI Tanah Laut di RTH Kijang Mas Permai, Selasa (8/9/2026).
Seleksi berlangsung selama dua hari, 8-9 September 2026. Para pegiat olahraga masyarakat disaring untuk dipersiapkan menghadapi FORPROV Kalsel 2027 di Kabupaten Tapin.
Dalam arahannya, Wabup yang akrab disapa H Uli ini menekankan bahwa persiapan menuju FORPROV harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.
Seleksi menjadi bagian dari proses pembinaan untuk menemukan potensi terbaik yang nantinya dapat memperkuat kontingen Tanah Laut.
Yang dikejar bukan hanya medali. Semangat sportivitas, kekompakan, pembinaan dan keterlibatan masyarakat dalam olahraga juga menjadi bagian penting yang harus dibangun.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi Tanah Laut yang memiliki modal prestasi cukup kuat.
Pada FORDA Provinsi Kalsel 2025, Tala berhasil menjadi Juara Umum III dengan koleksi 102 medali. Terdiri dari 33 emas, 30 perak dan 39 perunggu.
Prestasi itu kemudian dilengkapi torehan tujuh medali emas pada FORNAS melalui sejumlah Inorga.
Ketua KORMI Tanah Laut Yuni Rahman mengatakan capaian tersebut menjadi modal sekaligus motivasi untuk meningkatkan prestasi pada FORPROV 2027.
Seleksi dilakukan secara terbuka dan objektif dengan menjunjung tinggi sportivitas.
Hasilnya akan menjadi dasar untuk pembinaan berikutnya hingga terbentuk kontingen yang siap bertanding.
Bukan Sekadar Berburu Juara
Arahan Wabup juga sejalan dengan upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga.
KORMI tidak hanya diarahkan untuk memburu prestasi, tetapi juga mendorong olahraga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Termasuk menjaga keberadaan olahraga tradisional seperti balogo dan silat kuntau yang menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah.
Dengan pola tersebut, FORPROV 2027 diharapkan tidak hanya melahirkan deretan peraih medali, tetapi juga menjadi momentum munculnya generasi baru pegiat olahraga masyarakat Tanah Laut.
Warga Berharap Pembinaan Tak Berhenti di Seleksi
Langkah KORMI mendapat respons positif dari masyarakat. Warga berharap pesan pembinaan yang ditekankan pemerintah benar-benar diterapkan hingga ke tingkat akar rumput.
“Kalau memang ingin prestasinya naik, pembinaan harus dilakukan sejak jauh-jauh hari. Jangan hanya aktif ketika mau mengikuti FORPROV,” ujar seorang warga Pelaihari, Rima.
Warga lainnya, Yustan, berharap olahraga tradisional juga mendapat ruang yang lebih besar dalam pembinaan.
“Balogo dan kuntau jangan sampai hanya muncul ketika ada perlombaan. Kalau terus dikenalkan kepada anak-anak muda, selain berprestasi kita juga bisa menjaga budaya daerah,” harapnya.
Kini, Tanah Laut memiliki waktu untuk berbenah sebelum FORPROV 2027 bergulir.
102 medali menjadi bukti potensi. Arahan Wabup menjadi pengingat bahwa potensi itu harus dirawat melalui pembinaan yang konsisten.
Dari RTH Kijang Mas Permai, langkah menuju Tapin pun dimulai.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)