DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Gerak cepat dilakukan Polres Tanah Laut  menyusul laporan kemacetan akibat antrean kendaraan pengisi solar subsidi di SPBU AKR Desa Ujung, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, Selasa (7/7/2026) sore.

Begitu menerima informasi mengenai penumpukan antrean kendaraan yang didominasi truk hingga mengganggu arus lalu lintas di ruas Jalan A Yani, Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan langsung menginstruksikan jajarannya turun ke lapangan untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Perintah tersebut segera ditindaklanjuti oleh personel Satlantas Polres Tanah Laut bersama anggota Polsek Bati-Bati. 

Petugas langsung melakukan pengaturan kendaraan, mengurai antrean truk yang hendak mengisi solar subsidi, serta mengatur arus kendaraan dari dua arah agar kembali bergerak normal.

Selain mengurai kemacetan, petugas juga menertibkan kendaraan yang berhenti di sekitar lokasi sehingga tidak lagi menghalangi badan jalan. 

Berkat langkah cepat tersebut, kondisi arus lalu lintas di jalur utama Pelaihari–Banjarmasin berangsur normal.

Kasat Lantas Polres Tanah Laut Iptu Adhitya Dikav mengatakan, hasil penanganan di lapangan membuat arus kendaraan kembali lancar.

"Pukul 16.38 Wita kondisi arus lalu lintas sudah lancar kembali," ujarnya saat dikonfirmasi.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan mengimbau seluruh pengendara, khususnya pengemudi yang mengantre BBM subsidi, agar tetap menjaga ketertiban demi kepentingan bersama.

"Demi kelancaran kita bersama, mari antre BBM secara tertib, sabar, dan saling menghargai. Kita jaga jarak, tidak mendahului, serta ikuti arahan petugas," tandasnya.

Kapolres juga menegaskan pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lalu lintas di sekitar SPBU yang berpotensi menimbulkan kepadatan, terutama saat distribusi solar subsidi berlangsung.

Masyarakat pun mengapresiasi respons cepat jajaran Polres Tanah Laut yang segera turun ke lapangan sehingga kemacetan tidak berlangsung lebih lama. Warga berharap koordinasi antara kepolisian dan pengelola SPBU terus ditingkatkan agar antrean kendaraan tidak kembali meluber ke badan jalan dan mengganggu kelancaran arus di jalur Trans Kalimantan.

Pasalnya, jalur poros Pelaihari-Banjarmasin tersebut menjadi urat nadi transportasi dan distribusi logistik di wilayah Kalimantan Selatan.

(derapwaktu.com/dw1)