DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Setelah berminggu-minggu dibekap panas dan keringnya kemarau, tetes hujan akhirnya kembali menyentuh sebagian wilayah Kabupaten Tanah Laut (Tala), Selasa (8/9/2026) siang.
Hujan terpantau mengguyur sejumlah desa di Kecamatan Bati-Bati sekitar pukul 13.00 Wita. Guyuran berlangsung kurang lebih setengah jam.
Meski belum merata, hujan tersebut menjadi kabar yang cukup melegakan di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang masih dirasakan masyarakat.
Camat Bati-Bati Noor Helmy mengatakan, berdasarkan laporan sementara dari sejumlah kepala desa, hujan turun di beberapa wilayah.
“Untuk Kecamatan Bati-Bati yang terguyur hujan antara lain Desa Bati-bati, Padang, Benua Raya, Ujung dan Ujung Baru infonya hujan juga. Nusa Indah hujan, sedangkan Liang Anggang dan Kait-Kait tidak hujan,” ujarnya.
Ia menegaskan, hujan yang turun belum mencakup seluruh wilayah Kecamatan Bati-Bati.
“Jadi hujannya tidak merata, tidak semua desa hujan,” katanya.
Kondisi tersebut membuat turunnya hujan menjadi perhatian tersendiri bagi warga.
Setelah cukup lama menghadapi cuaca panas, hujan sekitar 30 menit setidaknya memberikan sedikit kesejukan sekaligus harapan agar hujan berikutnya turun lebih merata.
Ainah, warga Kecamatan Bati-Bati, mengaku bersyukur melihat hujan kembali turun. Apalagi sebelumnya ia mendapat informasi sejumlah wilayah hulu sungai mulai diguyur hujan deras.
“Alhamdulillah akhirnya hujan setelah kemarin ada berita di hulu sungai hujan deras. Ini kayaknya karena adanya hujan buatan,” ucapnya.
Terlepas dari dugaan tersebut, Ainah berharap hujan tidak hanya terjadi sesaat, tetapi berlanjut dan menjangkau wilayah yang masih kering.
“Kita berharap hujan turun lebih merata, supaya panas dan kering yang sudah lama dirasakan bisa berkurang,” harapnya.
Kegembiraan serupa disampaikan Yulianto, warga Pelaihari. Ia berharap hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah Tala menjadi pertanda perubahan cuaca ke arah yang lebih baik.
Menurutnya, kondisi panas beberapa waktu terakhir cukup terasa. Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Bati-Bati dinilai setidaknya mampu mengurangi hawa panas.
“Semoga di Pelaihari juga segera turun hujan. Cuaca memang cukup panas. Kalau hujan belum banyak, mungkin belum langsung berdampak terhadap sumur-sumur yang sudah kering, tetapi setidaknya bisa mengurangi hawa panas yang sedang terjadi,” tuturnya.
Bagi masyarakat, hujan kali ini mungkin belum cukup untuk mengakhiri kekeringan. Namun, setelah sekian lama menanti, guyuran air dari langit menjadi sedikit kabar baik di tengah kemarau yang belum sepenuhnya berakhir.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)