Hal itu mengemuka dalam audiensi Pengelolaan Kawasan Metropolitan Banjarbakula di Ruang Rapat Bupati Tanah Laut, Kamis (17/9/2026).
Wakil Bupati Tanah Laut H Muhammad Zazuli menerima audiensi tersebut didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Tanah Laut, Masturi.
Hadir pula Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Kalimantan Selatan H Riandy Hidayat bersama tim, serta jajaran Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Dinas PUPRP, Dinas Perhubungan, dan Direktur PT Air Minum Berkah Banua (Perseroda) Kabupaten Tanah Laut.
Asisten II Masturi menegaskan, Pemkab Tanah Laut serius mengawal agenda pembangunan Metropolitan Banjarbakula, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur dasar.
“Kita sangat familiar dengan konsepsi pembangunan Metropolitan Banjarbakula. Otomatis ada beberapa infrastruktur dasar yang menjadi perhatian kita dan layak mendapat atensi. Beberapa tahun terakhir kita sama-sama sudah mengawal kegiatan ini, ada aspek kewajiban sekaligus aspek hak yang harus kita tingkatkan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati H Muhammad Zazuli menyambut baik penguatan kolaborasi lima wilayah pemerintahan yang masuk dalam kawasan Banjarbakula.
“Pada prinsipnya, penguatan sinergitas dan tata kelola kawasan Banjarbakula ini luar biasa bagus kalau kita bisa sinergikan lima wilayah pemerintahan. Orang melihat Banjarbaru, Banjarmasin, dan Pelaihari ini sebagai segitiga emas. Mudah-mudahan bisa terwujud untuk Kalsel, dan semua SKPD terkait kita dukung bersama,” katanya.
Menurut H Zazuli, sinergi antardaerah menjadi bagian penting agar pembangunan kawasan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terhubung sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Kalsel H. Riandy Hidayat menjelaskan, pengelolaan Kawasan Metropolitan Banjarbakula menjadi inovasi yang diangkatnya sebagai proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II.
Bagi masyarakat Pelaihari, pembahasan Banjarbakula akan memiliki arti lebih besar apabila kolaborasi tersebut diterjemahkan menjadi program yang berdampak langsung.
Kalangan waarga berharap penguatan kawasan metropolitan ikut mendorong perbaikan konektivitas antarwilayah, infrastruktur dasar, transportasi, layanan air bersih, hingga terbukanya ruang ekonomi baru bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
“Kalau memang Pelaihari masuk bagian penting Banjarbakula, kami berharap manfaatnya jangan hanya terlihat dalam perencanaan. Yang paling dirasakan warga tentu infrastruktur, transportasi dan pelayanan dasar yang semakin baik,” ujar Syukran, warga Pelaihari.
Harapan serupa juga datang dari warga lainnya yang berharap konektivitas kawasan ikut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.
“Kalau akses dan konektivitas antarwilayah semakin baik, tentu peluang usaha masyarakat juga bisa ikut berkembang. Harapannya UMKM dan usaha kecil di Pelaihari tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mendapat manfaat dari pertumbuhan kawasan,” ucap Misbah, warga Pelaihari.
Dengan penguatan tata kelola Banjarbakula, perhatian warga kini bukan hanya pada seberapa kuat koordinasi lima daerah dibangun, tetapi juga bagaimana hasilnya diterjemahkan menjadi pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat.
Bagi Pelaihari, posisi sebagai salah satu simpul kawasan Banjarbakula diharapkan mampu membuka konektivitas dan peluang baru tanpa mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat di tingkat lokal.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)