DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Target besar dicanangkan Bupati Tanah Laut (Tala) H Rahmat Trianto untuk sektor pertanian. Tak sekadar mempertahankan keberhasilan panen dua kali setahun (IP 200), Pemkab Tala kini mulai membidik Indeks Pertanaman (IP) 300 atau tiga kali tanam dan tiga kali panen dalam setahun guna mendongkrak produksi padi hingga 200 ribu ton.

Optimisme itu disampaikan H Rahmat saat memberikan arahan pada kegiatan Syukuran Panen Padi Serentak 2026 di Desa Maluka Baulin, Kecamatan Kurau, Senin (13/7/2026) siang. 

Penyampaian tersebut dilakukan di hadapan manajer Brigade Pangan se-Kecamatan Kurau, para ketua kelompok tani (poktan), gabungan kelompok tani (gapoktan), unsur Forkopimda, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Tala HM Faried Widyatmoko, serta tamu undangan lainnya.

Sebelumnya, H Rahmat bersama Forkopimda melakukan panen simbolis menggunakan combine harvester di lahan pertanian yang telah menerapkan IP 200.

"Hari ini kita melaksanakan panen kedua atau IP 200 secara serentak di 11 kecamatan. Harapan kami ke depan bisa meningkat menjadi IP 300 atau panen ketiga sehingga produksi padi Tanah Laut bisa melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya," ujar H Rahmat.

Menurutnya, keberhasilan mencapai IP 300 memerlukan kekompakan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, penyuluh hingga para petani. 

Selain itu, faktor cuaca juga menjadi penentu keberhasilan pelaksanaan musim tanam berikutnya.

H Rahmat mengungkapkan, hingga pertengahan tahun ini produksi padi Tala telah mencapai sekitar 99 ribu ton

Angka tersebut diyakini masih akan terus bertambah karena panen raya masih berlangsung.

"Mohon doa agar pada Oktober nanti kita sudah bisa melaksanakan panen ketiga. Target saya produksi padi Tanah Laut bisa mencapai 200 ribu ton," katanya.

Target tersebut dinilai realistis mengingat Tala memiliki luas baku sawah sekitar 27 ribu hektare. Di samping mengoptimalkan pola tanam, pemerintah daerah juga terus mendorong perluasan areal tanam melalui program optimasi lahan (Oplah) maupun program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dari Kementerian Pertanian.

"Kalau perluasan lahan terus berjalan, tentu produksi juga akan semakin meningkat," ucapnya.


Perhatian Pemerintah Pusat  Sangat Besar

H Rahmat menyebut dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan sektor pertanian di Tanah Laut sangat besar. 

Salah satu buktinya adalah banyaknya bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang diterima daerah tersebut.

Menurutnya, meski luas lahan sawah Tala masih berada di bawah Kabupaten Barito Kuala yang menjadi daerah dengan areal persawahan terluas di Kalimantan Selatan, perhatian dari Kementerian Pertanian justru sangat signifikan.

Ia bahkan mengungkapkan Menteri Pertanian pernah menyampaikan bahwa apabila Tanah Laut berhasil merealisasikan IP 300, Presiden Republik Indonesia direncanakan akan berkunjung ke daerah tersebut.

"Ini menjadi motivasi bagi kita semua agar terus meningkatkan produktivitas pertanian dan mewujudkan target IP 300," katanya.


Petani Diingatkan Waspadai Karhutla

Pada kesempatan itu Rahmat juga mengingatkan para petani agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan selama musim kemarau.

Ia meminta petani tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu api di sekitar areal persawahan serta memastikan sumber-sumber air di sekitar lahan tetap tersedia sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran.

"Kita sedang memasuki musim kemarau. Saya mengimbau seluruh petani agar benar-benar mewaspadai bahaya kebakaran dan menjaga areal persawahan agar tetap aman sehingga aktivitas pertanian tidak terganggu," tegasnya.

H Rahmat berharap, dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, pengembangan IP 300 dapat segera direalisasikan dan semakin memperkuat posisi Tanah Laut sebagai salah satu lumbung pangan utama di Kalimantan Selatan sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.

(derapwaktu.com/dw1)