DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Koloni anjing liar di Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, tak cuma di kawasan Almanar. Namun tersebsr di sejumlah tempat di kota ini
Di antaranya di kawasan Gagas. Bahkan, informasi terhimpun, Kamis (23/7/2026), kalangan warga di Kompleks Gagas Permai juga mulai dibuat risau oleh berkeliarannya anjing-anjing liar, akhir-akhir ini.
Bahkan sejumlah warga setempat kemudian mengadu kepada ketua RT di lingkungan permukiman setempat.
Banyaknya laporan warga terkait anjing liar mendorong Ketua RT Kompleks Gagas Permai, Kelurahan Angsau, M Anang Pandi, mengambil langkah.
Secara resmi pada Selasa kemarin ia menyampaikan pengaduan kepada pemerintah kelurahan setempat.
Menurut Anang, dalam beberapa waktu terakhir cukup banyak warga mengeluhkan keberadaan anjing liar yang berkeliaran di lingkungan mereka.
"Bukan hanya berkeliaran, ada juga warga yang mengaku pernah dikejar saat melintas maupun ketika hendak membuang sampah ke TPS," ujarnya.
Keresahan masyarakat semakin meningkat setelah mengetahui adanya seorang lansia di kawasan Almanar yang menjadi korban gigitan anjing pada pertengahan Juli lalu.
Atas dasar itu, Anang mengirimkan laporan resmi kepada Lurah Angsau. Dalam laporannya, ia meminta bantuan penanganan untuk mengatasi anjing-anjing liar tersebut.
"Kami berharap ada tindak lanjut, apakah melalui Satpol PP, Damkar atau instansi lain yang berwenang. Soalnya keberadaan anjing-anjing liar itu mulai dirasa mengganggu oleh warga karena ada yang agresif seperti mengejar," papar Anang.
Sementara itu, warga Pelaihari lainnya, Ishak, mengaku hampir setiap hari melihat anjing liar bergerombol.
Menurutnya, jumlahnya bisa mencapai tujuh hingga belasan ekor yang kerap berada di bangunan kosong, sekitar TPS, hingga melintas di jalan pada malam hari.
"Kalau malam jumlahnya cukup banyak. Itu yang membuat kami takut," ujarnya.(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)