DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Kasus gigitan anjing liar terhadap seorang perempuan lanjut usia (lansia) di kawasan Almanar, Kelurahan Angsau menjadi pemicu meningkatnya kekhawatiran warga Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan.
Sejumlah warga di kota ini menilai populasi anjing liar belakangan ini semakin banyak dan mulai merisaukan. Apalagi telah ada korban.
Peristiwa itu terjadi pada 14 Juli 2026 sekitar pukul 18.00 Wita di kawasan Al Manar. Korban diserang sesaat setelah membuang sampah di tempat pembuangan sementara (TPS).
Anak korban, Ami, mengatakan ibunya sama sekali tidak mengganggu hewan tersebut sebelum akhirnya digigit.
"Ibu baru selesai membuang sampah, tiba-tiba anjing itu datang menggigit kaki. Kami langsung membawanya ke IGD karena takut rabies," ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Korban mendapat penanganan medis di IGD RSUD Hadji Boejasin Pelaihari dan kini telah kembali beraktivitas.
Ami berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan karena menurutnya keberadaan anjing liar kini semakin sering dijumpai di kawasan permukiman.
Keresahan serupa disampaikan Arif Furqan, warga Pelaihari. Ia mengaku kerap melihat gerombolan anjing liar berada di bangunan kosong hingga sekitar tempat pembuangan sampah.
"Kalau malam juga sering terlihat di jalan. Ini cukup membuat sebagian warga waswas," katanya.
Ia berharap ada langkah nyata dari pemerintah agar populasi anjing liar tidak terus bertambah dan menimbulkan korban baru.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)