Direktur RS BCM Pelaihari, dr Singgih Sidarta SpOG, saat diwawancarai Derap Waktu, Minggu (12/7/2026), mengatakan bayi hingga kini masih menjalani perawatan di ruang Perinatologi lantai 2 rumah sakit tersebut.
"Alhamdulillah kondisinya sudah mulai membaik. Saat ini masih dalam perawatan dan pemantauan tim medis," ujar dr Singgih.
Ia menjelaskan, ketika pertama kali dibawa ke RS BCM oleh aparat bersama warga, kondisi bayi cukup memprihatinkan.
Selain tubuhnya masih dipenuhi bercak darah, tali pusarnya juga belum terpotong.
"Setelah tiba di rumah sakit, tali pusat bayi langsung dipotong oleh tenaga medis dan dilakukan penanganan sesuai prosedur. Sejak saat itu bayi terus mendapatkan perawatan intensif," jelasnya.
Menurut dr. Singgih, apabila kondisi bayi sudah benar-benar stabil, pihaknya akan merujuk bayi tersebut ke RSUD Hadji Boejasin Pelaihari untuk melanjutkan perawatan.
"Kalau kondisinya sudah stabil, rencananya akan kami rujuk ke RSUD Hadji Boejasin. Biasanya untuk bayi temuan seperti ini, proses penanganan selanjutnya dilakukan di rumah sakit pemerintah daerah," katanya.
Selama menjalani perawatan di ruang Perinatologi, bayi terus dipantau oleh dokter dan tenaga kesehatan guna memastikan kondisi kesehatannya terus membaik.
Dr Singgih menyebut si bayi sudah mulai menunjukkan respons menggembirakan seperti menangis.
Sementara itu, di sisi lain, Polres Tanah Laut masih mengintensifkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang diduga membuang bayi perempuan tersebut di bawah jembatan besi Pabahanan.
Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi serta mendalami berbagai petunjuk yang ditemukan di lokasi kejadian.
Kasus penemuan bayi ini menjadi perhatian luas masyarakat Tanah Laut.
Banyak warga berharap kondisi bayi segera pulih sepenuhnya dan pelaku yang bertanggung jawab dapat segera diungkap sesuai proses hukum yang berlaku.
Di kolom komentar ruang sosmed, banyak warga yang teramat terenyuh terhadap nasib si bayi malang. Mereka juga menduga kuat bayi baru saja dilahirkan ketika di tubuh di bayi banyak bercak darah. Termasuk di kantongan putih yang menjadi tempat bayi malang itu ditemukan.
Apalagi dengan fakta bahwa tali pusar si bayi yang masih menyatu dengan tubuh. Ini diindikasi kuat bahwa bayi itu baru saja dilahirkan sebelum kemudian dibuang di bawah jembatan di jalur poros Pelaihari-Banjarmasin tersebut.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)