DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Setelah beberapa hari berjuang menjalani operasi dan perawatan intensif di RSUD H Boejasin Pelaihari, S (53), korban perampokan di Desa Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar, akhirnya meninggal, Senin (13/7/2026) petang.
Kabar duka tersebut lebih dulu beredar melalui sejumlah grup percakapan WhatsApp dan media sosial di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan.
Dalam pesan yang tersebar, keluarga menyampaikan bahwa korban mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 18.00 Wita serta memohon doa dan maaf apabila semasa hidup almarhum memiliki kesalahan.
Kepala Desa Tajau Pecah, Aidi Rahman, membenarkan kabar tersebut saat dikonfirmasi.
"Waalaikumsalam, inggih benar, Pak. Insyaallah jenazahnya akan segera dikebumikan di Desa Tajau Pecah. Rencananya, malam ini juga," ujar Aidi.
Ia menambahkan, jenazah rencananya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Tajau Pecah.
Meski berasal dari Jawa Timur, korban selama lebih dari setahun terakhir menetap di desa tersebut dan mencari nafkah sebagai pengepul besi bekas atau rongsokan.
Sebelumnya, korban menjadi sasaran aksi perampokan di rumahnya pada Kamis (9/7/2026) malam.
Pada peristiwa itu, korban mengalami sejumlah luka tusuk di bagian perut, kepala, dan tangan hingga harus menjalani operasi di RSUD Hadji Boejasin.
Kasus tersebut sempat menggegerkan warga. Salah seorang pelaku berhasil ditangkap warga di lokasi kejadian, sementara pelaku lainnya kemudian diamankan aparat kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan proses penyidikan maupun kemungkinan penerapan pasal tambahan terhadap para tersangka.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)