DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Pagi belum terlalu tinggi ketika deretan tanaman hias mulai memenuhi area parkir halaman depan RTH Kijang Mas Permai, Jalan Kolonel Soepirman, Pelaihari, Tanah Laut, Minggu (30/8/2026) pagi.
Di antara para pelapak UMKM yang rutin menggelar dagangan setiap Minggu pagi, ada sosok yang cukup menarik perhatian.
Ia bukan pedagang penuh waktu, melainkan seorang pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, yang sudah mengabdi sejak 2002 silam.
Namanya Wasisto SH. Meski telah lama berstatus sebagai pegawai, ia tak merasa gengsi untuk turun langsung melapak dan menawarkan tanaman bunga hasil budidayanya sendiri.
Setiap Minggu pagi hingga tengah hari, ia membawa koleksi tanaman hias. Khususnya miana (coleus scutellarioides) untuk dijual kepada warga yang datang ke pasar rakyat RTH Kijang Mas Permai.
Aktivitas tersebut bahkan bukan baru dimulainya belakangan ini. Wasisto sudah berjualan di lokasi tersebut sejak awal pasar rakyat Minggu pagi RTH Kijang Mas Permai digelar sekitar 2020.
Ketika pandemi Covid-19 melanda pada 2021 dan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan dibatasi, ia sempat menghentikan aktivitas berjualannya.
Namun setelah pandemi berakhir dan pasar rakyat kembali dibuka, Wasisto kembali membawa tanaman-tanamannya untuk melapak.
Menariknya, usaha bunga tersebut justru dimulainya setelah ia menjadi pegawai.
Sebelum menjadi pegawai, Wasisto belum menjalankan usaha tanaman hias. Kecintaannya terhadap tanaman kemudian tumbuh menjadi hobi yang ia tekuni di rumah, hingga perlahan berkembang menjadi usaha sampingan.
“Halaman rumah saya penuh bunga. Saya memang senang dan hobi bertanam. Tanaman yang saya kembangkan sebagian saya jual,” ujarnya.
Kini, salah satu tanaman yang menjadi andalannya adalah myana (coleus). Ada empat jenis yang ia jual, yakni Myana ID Fijar, Fresh Lime, Big Red, dan Tulang Kuning.
Harganya pun cukup ramah di kantong. Tanaman dalam kemasan polibag dijual sekitar Rp15 ribu, sedangkan yang sudah ditanam dalam pot dibanderol sekitar Rp65 ribu.
Wasisto mengatakan, tanaman myana relatif mudah dikembangkan karena bisa diperbanyak melalui stek. Pucuk tanaman dipotong, kemudian ditanam kembali sehingga dapat menghasilkan tanaman baru.
Meski begitu, kemudahan tersebut tetap membutuhkan ketelatenan. Tanaman harus dirawat dengan baik dan tidak boleh sampai kekurangan air.
“Gampang karena cukup distek. Tapi susahnya harus telaten. Kalau kekeringan, bisa langsung mati,” katanya.
Bibit myana yang dikembangkannya pun tidak diperoleh dari wilayah Tanah Laut. Wasisto membelinya melalui marketplace dari sejumlah daerah di luar Kalimantan Selatan, seperti Sumatera, Bandung, dan Jawa Tengah.
Ia kemudian mengembangkan bibit tersebut sendiri di rumah.
Bagi Wasisto, berjualan bunga bukan sekadar mencari tambahan penghasilan. Ada misi kecil yang ingin ia tularkan kepada masyarakat: mengajak warga mengenal dan ikut membudidayakan tanaman hias yang menurutnya masih sulit ditemukan di Tanah Laut.
“Sekalian edukasi dan mengajak warga supaya ikut menanam myana. Tanaman ini masih sulit dicari,” katanya.
Setiap Minggu, lapaknya menjadi pertemuan kecil antara hobi, usaha dan interaksi dengan masyarakat.
Tak ada kesan bahwa statusnya sebagai pegawai membuat Wasisto enggan berdagang.
Ia justru menikmati prosesnya—merawat tanaman di rumah, membawa hasil budidayanya ke pasar rakyat, lalu berbagi pengetahuan kepada pembeli.
Dari halaman rumah hingga lapak sederhana di RTH Kijang Mas Permai, Wasisto seperti ingin menunjukkan satu hal sederhana: pekerjaan tetap bukan alasan untuk berhenti berkarya, dan berjualan bukan sesuatu yang patut dipandang sebelah mata.
Sebab dari tanaman yang dirawat dengan telaten, bukan hanya rupiah yang bisa tumbuh, tetapi juga kemandirian dan inspirasi inspirasi.
Lebih Dekat dengan Miana
Tumbuhan miana (coleus scutellarioides) berkhasiat untuk meredakan batuk, mengatasi wasir, menurunkan demam, dan mempercepat penyembuhan luka.
Tanaman hias yang sering disebut iler ini kaya kandungan flavonoid, minyak atsiri, tanin, dan forskolin.
Senyawa aktif tersebut bekerja sebagai antiradang, antibakteri, dan antioksidan.
Khasiat Utama Daun Miana
- Meredakan Batuk dan Asma
Kandungan di dalamnya membantu mengencerkan dahak dan melonggarkan saluran pernapasan.
- Mengatasi Wasir (Ambeien)
Sifat antiinflamasi dan astringen membantu mengurangi pembengkakan di area anus.
- Menurunkan Demam
Efek antipiretik alami di dalam daun membantu meredakan suhu tubuh saat panas.
- Menyembuhkan Bisul dan Luka
Tumbukan daun yang ditempelkan ke kulit mencegah infeksi dan mempercepat pemulihan.
- Meredakan Sariawan
Air rebusan atau obat kumur daun miana meringankan nyeri di mulut.
Cara Mengolah Miana
- Metode Rebusan
Ambil 7–10 helai daun segar, cuci bersih, lalu rebus dengan dua gelas air hingga tersisa satu gelas. Minum selagi hangat.
- Metode Tumbuk
Haluskan daun miana bersih, lalu tempelkan sebagai obat luar pada bisul atau luka
Catatan: Jangan mengonsumsi rebusan miana secara berlebihan atau jangka panjang karena dapat membebani kerja organ hati dan ginjal
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)