DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI — Api belum benar-benar pergi dari kawasan perbatasan Kabulaten Tanah Laut (Tala)-Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Setelah beberapa pekan terakhir semak belukar di kawasan tersebut terbakar di sejumlah titik yang berpindah-pindah, kobaran kembali muncul pada Sabtu (29/8/2026) siang hingga malam.
Kali ini, api membakar semak belukar di wilayah Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, tak jauh dari Tugu Perbatasan Tala-Banjarbaru.
Lokasi kebakaran berada di kawasan RT 1A/RW 1. Dari badan Jalan A Yani, titik api berada sekitar 200 meter ke arah dalam kawasan semak belukar.
Kobaran api sempat membuat warga khawatir. Pasalnya, api bergerak mendekati kawasan permukiman. Termasuk rumah warga dan bangunan yang digunakan sebagai kantor kaplingan tanah.
Yanti, warga sekitar, menuturkan pergerakan api sempat mengarah ke kawasan yang terdapat rumah warga.
“Api bergerak ke arah permukiman, mendekati rumah sekaligus kantor kaplingan tanah,” tuturnya.
Situasi tersebut membuat penanganan harus dilakukan segera. Regu Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tanah Laut bersama unsur terkait turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Upaya pemadaman berlangsung hingga tengah malam. Petugas berupaya melokalisasi kobaran agar tidak menjalar lebih jauh, terutama ke arah kawasan yang terdapat bangunan dan permukiman warga.
Kebakaran kali ini kembali memperlihatkan pola yang menjadi perhatian di kawasan perbatasan Tala-Banjarbaru. Api muncul di titik yang berbeda-beda di tengah hamparan semak belukar yang mengering.
Dalam beberapa pekan terakhir, kawasan tersebut berulang kali dilanda kebakaran. Setelah satu titik berhasil ditangani, kemunculan api kembali terjadi di lokasi lainnya.
Kondisi itu membuat kawasan semak di sepanjang koridor perbatasan menjadi wilayah yang terus membutuhkan pemantauan.
Terlebih, sebagian titik berada tidak jauh dari Jalan A Yani yang menjadi jalur utama penghubung Tanah Laut dengan Banjarbaru.
Bagi warga sekitar, kekhawatiran bukan semata melihat semak terbakar. Yang lebih mengkhawatirkan adalah ketika arah pergerakan api berubah dan mulai mendekati rumah.
Peristiwa Sabtu malam itu menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla di kawasan perbatasan belum sepenuhnya mereda.
Api boleh padam malam itu, tetapi selama semak kering masih terbentang dan titik-titik baru terus bermunculan, kewaspadaan warga dan petugas tetap diperlukan.
Di perbatasan Tala-Banjarbaru, api seperti berpindah alamat—padam di satu titik, muncul lagi di titik lainnya.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)