DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) kembali menggulirkan langkah nyata untuk menjaga daya beli masyarakat melalui program subsidi kebutuhan pokok di Pasar Pelaihari.
Program hasil kerja sama dengan Bank Kalsel Cabang Pembantu Tanah Laut tersebut menyasar tiga komoditas utama, yakni beras lokal, gula pasir, dan minyak goreng.
Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Tala, Edi Haryadi, mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah agar masyarakat tetap dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
"Subsidi diberikan untuk meningkatkan daya beli masyarakat terhadap beras lokal, gula pasir, dan minyak goreng," kata Edi Haryadi saat diwawancarai, Sabtu (27/6/2026).
Besaran subsidi yang diberikan meliputi Rp2.000 per liter untuk beras lokal jenis Siam Jambun, Tukung, dan Ciherang, Rp2.500 per kilogram gula pasir, serta Rp5.000 per liter minyak goreng.
Program berlangsung selama lima hari, yakni mulai Rabu (24/6/2026) dan Kamis pekan ini.
Kemudian dilanjutkan Senin hingga Rabu pekan depan. Total komoditas yang disiapkan mencapai 7.500 liter beras lokal, 1.400 kilogram gula pasir, dan 1.800 liter minyak goreng.
Beras bersubsidi dapat diperoleh di Toko Beras 2Y, Toko Beras Gunawan, dan Toko Beras Acil Lina. Sedangkan gula dan minyak goreng tersedia di Toko Sembako Murah, Toko M Noor, dan Toko Saudia.
Warga Pelaihari, Hilman Noor, mengapresiasi langkah pemerintah daerah karena dinilai mampu meringankan beban masyarakat di tengah harga kebutuhan pokok yang masih berfluktuasi.
"Program seperti itu sangat membantu. Selisih harga yang didapat memang cukup berarti bagi masyarakat, apalagi untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.
Hal senada disampaikan Nur Aisyah, warga Desa Panggung. Menurutnya, pemerintah perlu terus menjaga stabilitas harga agar masyarakat tidak kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.
"Kami berharap subsidi seperti ini bisa rutin dilakukan ketika harga mulai naik. Dengan begitu masyarakat lebih tenang karena kebutuhan pokok tetap terjangkau," katanya.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)