DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI –Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sejumlah sekolah di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih diwarnai sejumlah kendala administrasi. 

Hingga hari kedua pendaftaran, Selasa kemarin, sebagian pendaftaran masih belum submit (berhasil) sehingga harus melakukan pendaftaran ulang dan menginput semua data dan dokumen pendukung. 

Dara dihimpun, Rabu (24/6/2026), kondisi serupa juga dialami sebagian pendaftar yang mendaftar di SMAN 1 Pelaihari (SMANPel). Jumlahnya mencapai puluhan.

Penyebabnya akibat kesalahan data maupun dokumen yang diunggah. Ada juga karena ketidakakuratan menempatkan titik koordinat rumah tempat tinggal.

Kepala SMAN 1 Pelaihari, Ihsanul Imani, mengungkapkan hingga penutupan layanan hari kedua, jumlah pendaftar telah mencapai 272 orang. 

Dari jumlah tersebut, sekitar 47 pendaftar belum dapat lolos verifikasi sistem dan harus melakukan pendaftaran ulang setelah memperbaiki berkas yang menjadi penyebab penolakan.

"Sebagian besar karena ada data atau dokumen yang belum sesuai dengan ketentuan sistem. Mereka masih bisa memperbaiki dan melakukan pendaftaran kembali," ujar Ihsanul.

Untuk meminimalkan kendala yang dialami calon peserta didik, pihak sekolah membuka layanan pendampingan selama masa SPMB berlangsung. 

Dua ruang laboratorium komputer diaktifkan dengan total 50 unit komputer yang dapat digunakan pendaftar secara gratis.

Tak hanya itu, sekolah juga menyiapkan tim pendamping yang terdiri atas tenaga IT serta sejumlah siswa pengurus OSIS. Mereka bertugas membantu calon peserta didik mulai dari proses pengisian data, pengunggahan dokumen persyaratan hingga penentuan titik koordinat rumah yang menjadi salah satu tahapan penting dalam sistem penerimaan.

Menurut Ihsanul, penentuan titik koordinat masih menjadi kendala yang paling sering ditemui. Kesalahan dalam menempatkan lokasi rumah pada peta digital dapat memengaruhi perhitungan jarak yang digunakan sistem dalam proses seleksi.

Karena itu, pendampingan dilakukan secara langsung agar data yang dimasukkan sesuai dengan kondisi sebenarnya. 

Sekolah berharap keberadaan fasilitas komputer, tim IT, dan bantuan dari pengurus OSIS dapat mempermudah calon peserta didik menyelesaikan proses pendaftaran tanpa kendala berarti.

Tahun ajaran 2026/2027, SMAN 1 Pelaihari membuka sembilan rombongan belajar dengan total daya tampung 324 siswa. Pihak sekolah mengimbau seluruh pendaftar untuk memeriksa kembali kelengkapan dan kesesuaian data sebelum mengirimkan berkas ke sistem agar tidak mengalami penolakan saat proses verifikasi.

(derapwaktu.com/dw1)