DERAPWAKTU.COMPELAIHARI – Kepedulian terhadap pendidikan anak-anak mualaf menjadi salah satu komitmen yang diusung Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Asy Syuhada Pelaihari. Memulai operasional pada tahun akademik 2026/2027, kampus Islam pertama di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, ini memberikan keringanan khusus biaya kuliah bagi putra-putri mualaf.

Ketua STAI Asy Syuhada sekaligus Ketua Yayasan Asy Syuhada, KH Ahmad Syarifuddin Noor, mengatakan kebijakan tersebut diambil agar kesempatan menempuh pendidikan tinggi semakin terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Kami memberikan dispensasi atau keringanan khusus bagi anak-anak mualaf. Harapannya mereka tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi meskipun terkendala kemampuan ekonomi," ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) reguler ditetapkan Rp1,2 juta per semester, sedangkan kelas nonreguler Rp1,7 juta per semester. Khusus anak mualaf akan memperoleh keringanan sesuai ketentuan yayasan.


Pendaftaran Ditutup Akhir Juli

Saat ini proses penerimaan mahasiswa baru masih berlangsung dan akan berakhir pada penghujung Juli mendatang.

Hingga Rabu (8/7), jumlah pendaftar telah melampaui 46 orang. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah karena masa pendaftaran masih terbuka.

"Kami menargetkan mampu menampung sekitar 250 mahasiswa baru pada angkatan pertama ini," kata KH Ahmad Syarifuddin Noor.

Perkuliahan dijadwalkan dimulai sekitar September 2026 dengan membuka dua program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Hukum Keluarga Islam (HKI).


Fasilitas Kampus Sudah Siap

Pantauan Derap Waktu, gedung kampus permanen dua lantai di kawasan Jalan Berkat Permai, Pelaihari, telah siap digunakan.

Bangunan terlihat representatif dengan sepuluh ruang kuliah, terdiri atas empat ruang di lantai dua dan enam ruang di lantai dasar.

Lingkungan kampus juga terasa sejuk karena banyak pepohonan di sekitarnya. Area parkir tergolong luas sehingga mampu menampung kendaraan mahasiswa dan dosen. 

Meski tidak berada di jalan protokol, akses menuju kampus cukup mudah dan nyaman dilalui kendaraan.

Untuk mendukung berbagai kalangan masyarakat, STAI Asy Syuhada membuka kelas reguler pada Senin hingga Kamis, sedangkan kelas nonreguler berlangsung setiap Jumat dan Sabtu.


Warga Apresiasi Kepedulian Kampus

Kebijakan pemberian keringanan UKT bagi anak mualaf mendapat apresiasi dari masyarakat.

Nur Aini (37), warga Pelaihari, menilai langkah tersebut menunjukkan bahwa kampus tidak hanya mengejar jumlah mahasiswa, tetapi juga memiliki kepedulian sosial.

"Anak-anak mualaf sering membutuhkan perhatian lebih. Program ini sangat membantu mereka agar tetap bisa kuliah tanpa terlalu terbebani biaya," katanya.

Pendapat serupa disampaikan Abdul Karim (44), warga  Kecamatan Tambang Ulang. Menurutnya, kebijakan tersebut patut menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain.

"Kalau pendidikan semakin mudah diakses, terutama bagi kelompok yang membutuhkan, manfaatnya akan dirasakan masyarakat luas. Saya sangat mengapresiasi kebijakan STAI Asy Syuhada," ujarnya.

(derapwaktu.com/dw1)