Kejuaraan mempertandingkan kategori usia 10 tahun dan 14 tahun tingkat Kalimantan Selatan serta usia 18 tahun tingkat Kalimantan untuk nomor putra maupun putri.
Salah satu daya tarik turnamen yang digelar Pelti Kalsel dipimpin bawah kepemimpinan H Endang Agustina nersama Pelti Tala ini yakni seluruh peserta dibebaskan dari biaya pendaftaran.
Kebijakan tersebut diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi atlet muda untuk merasakan atmosfer pertandingan resmi.
Ketua Panitia Dasuki mengatakan peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan serta Kalimantan Tengah.
"Turnamen ini memang kami fokuskan untuk pembinaan. Atlet muda harus sering bertanding agar kemampuan teknik dan mentalnya berkembang. Dari sinilah nantinya lahir petenis yang siap bersaing di level lebih tinggi," katanya.
Jumlah peserta terdiri atas 24 atlet KU 10 tahun, 44 atlet KU 14 tahun, dan selebihnya pada KU 18 tahun.
Dasuki menerangkan turnamen yang dilaksanakan pada 9 sampai 12 Juli mendatang tersebut diharapkan menjadi wadah bagi atlet-atlet muda untuk mengasah kemampuan.
Sekaligus untuk menambah jam terbang dalam suasana kompetisi yang sehat. Dengan begitu menempa mental dan skil bermain sehingga kelak tak grogi atau minder saat mengikuti turnamen yang lebaih besar karena telah punya pengalaman tanding yang memadai.
Selain menjadi ajang pencarian bibit atlet potensial, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menghadirkan dampak positif bagi sektor ekonomi masyarakat lokal. Terutama pelaku usaha kecil yang berada di sekitar arena pertandingan.
Selain menjadi sarana pembinaan, penyelenggaraan kejuaraan juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar arena pertandingan.
Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli yang membuka turnamen itu mengatakan pemerintah daerah terus mendukung lahirnya kompetisi olahraga karena menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, kejuaraan seperti Tuntung Pandang Junior Open menjadi tempat lahirnya karakter atlet yang disiplin, sportif dan tangguh.
Ia berharap seluruh peserta menjadikan setiap pertandingan sebagai media belajar, bukan sekadar mengejar kemenangan.
"Kami berharap turnamen ini menjadi agenda rutin dan terus berkembang sehingga lahir bibit-bibit petenis muda yang mampu mengharumkan nama Kalimantan dan Indonesia," ujarnya.
Pembukaan turnamen juga dihadiri Ketua Pengkab Pelti Tanah Laut H Syakhril Hadrianadi, Kepala Dispora Tanah Laut Rudi Imtihansyah, tokoh masyarakat H Irianyah (Haji Iyan), jajaran pengurus Pelti, pelatih serta para orang tua atlet.
Warga Pelaihari, Syarif Hidayat (38), mengapresiasi penyelenggaraan turnamen tersebut karena memberi ruang bagi atlet muda untuk menguji kemampuan.
"Latihan saja tidak cukup. Anak-anak harus sering ikut turnamen supaya mental bertanding terbentuk. Mudah-mudahan kejuaraan seperti ini lebih sering digelar di Tanah Laut," katanya.
Sementara itu, Nur Aisyah (32) mengatakan kehadiran ratusan atlet beserta keluarga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha di sekitar lokasi.
"Selama pertandingan, warung makan, penjual minuman, hingga usaha kecil lainnya lebih ramai. Semoga event olahraga seperti ini semakin sering digelar karena manfaatnya dirasakan masyarakat," tuturnya.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)