Kapolsek Pelaihari Ipda Karia Kaya mengatakan, dugaan tersebut muncul berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun setelah kejadian.
Namun, sumber api belum dapat dipastikan secara pasti.
Kebakaran terjadi pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 22.00 Wita, ketika rumah dalam kondisi tidak berpenghuni.
Saat kejadian, Nuriah diketahui sedang berada di Batu Ampar untuk mengikuti pengajian. Ini adalah desa di kecamatan tetangga.
Sementara itu, sejumlah saksi di sekitar lokasi baru mengetahui rumah tersebut sudah dalam kondisi terbakar.
Petugas pemadam kebakaran bersama relawan kemudian bergerak ke lokasi dan melakukan upaya pemadaman.
Api akhirnya berhasil dikendalikan, tetapi bangunan rumah Nuriah yang sebagian besar terbuat dari kayu habis terbakar.
Dampak kebakaran juga cukup besar bagi Nuriah. Polisi memperkirakan kerugian materiil sementara mencapai sekitar Rp50 juta.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Dugaan korsleting listrik ini menjadi perhatian tersendiri karena kebakaran terjadi saat rumah dalam keadaan kosong.
Meski demikian, polisi masih menyatakan penyebab tersebut sebagai dugaan, bukan kesimpulan final mengenai sumber api.
Peristiwa ini menambah daftar pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik rumah, terlebih ketika bangunan ditinggalkan dalam keadaan kosong.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)