DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI — Ada pemandangan yang menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Tanah Laut Tahun 2026 di Aula Pencerahan Bapperida Tala, Rabu (16/9/2026).
Saat Wakil Bupati Tanah Laut H Muhammad Zazuli membuka sekaligus menghadiri rapat tersebut, ia sempat mengecek kehadiran para camat yang diundang.
Hasilnya, hanya ada satu camat terlihat hadir dalam forum yang secara khusus membahas persoalan kemiskinan di Kabupaten Tanah Laut yaitu Camat Pelaihari Fajar Tri Atmaja. Yang lainnya hanya perwakilan pejabat kecamatan. Itu pun sebagian datang terlambat.
Dari unsur kelurahan, kehadiran juga terbilang minim. Hanya dua lurah yang hadir yaitu Lurah Sarang Halang dan Angsau.
Sementara Baznas yang turut berkaitan dengan dukungan penanggulangan kemiskinan juga belum terlihat dalam rapat saat kegiatan berlangsung.
Kondisi tersebut langsung mendapat perhatian Kepala Bapperida Tala Afrizal Akbar.
Afrizal bahkan memerintahkan stafnya untuk segera menghubungi para camat dan lurah, terutama karena sebagian besar lurah berada di wilayah Kota Pelaihari.
Padahal, ditegaskannya, undangan rapat disebut telah disampaikan sebelumnya.
Bagi Wakil Bupati H Muhammad Zazuli, kehadiran unsur kewilayahan bukan sekadar persoalan memenuhi undangan rapat.
Menurutnya, pembahasan kemiskinan membutuhkan informasi langsung dari wilayah karena camat dan lurah merupakan pihak yang paling dekat dengan kondisi masyarakat.
“Kehadiran camat dan lurah ini penting karena kita membahas masalah kemiskinan,” ujar Zazuli dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, camat dan lurah memiliki posisi strategis karena mengetahui kondisi warga di wilayah masing-masing.
Data dan informasi dari tingkat wilayah dibutuhkan agar upaya penanggulangan kemiskinan tidak hanya berbicara mengenai angka, tetapi benar-benar menyentuh kondisi masyarakat.
Sementara Baznas, menurut konteks pembahasan tersebut, juga memiliki peran dari sisi dukungan terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Data Turun, Pekerjaan Belum Selesai
Dalam sambutannya, H Uli begitu HM Zazuli akrab disapa, menyampaikan bahwa kemiskinan masih menjadi salah satu tantangan yang harus ditangani secara bersama dan berkelanjutan.
Berdasarkan data BPS per Maret 2025 yang disampaikannya, angka kemiskinan Kabupaten Tanah Laut berada pada 3,00 persen, sedangkan kemiskinan ekstrem sebesar 0,27 persen.
Angka kemiskinan Tala tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata Kalimantan Selatan yang disebut sebesar 3,84 persen.
Namun, H Uli mengingatkan agar capaian statistik tersebut tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri.
“Di balik setiap angka statistik terdapat masyarakat yang masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan taraf kehidupannya,” katanya.
Karena itu, ia mengajak seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya memperkuat kolaborasi.
Rapat koordinasi tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mengevaluasi program yang sudah berjalan sekaligus merumuskan langkah penanggulangan kemiskinan yang lebih tepat sasaran, efektif dan berkelanjutan.
“Kemiskinan adalah persoalan bersama dan harus diselesaikan dengan kerja bersama,” tegasnya.
Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Bapperida Tala Afrizal Akbar dan pejabat BPS Tala, serta sejumlah peserta dari perangkat daerah dan institusi terkait.
Di tengah target pemerintah untuk terus menekan angka kemiskinan, persoalan kehadiran dalam forum koordinasi menjadi catatan tersendiri.
Pasalnya, penanganan kemiskinan pada akhirnya membutuhkan keterhubungan antara data, kebijakan dan kondisi nyata warga di tingkat wilayah.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)