DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Pemeriksaan kendaraan angkutan dinilai warga bukan sekadar rutinitas administratif. 

Di tengah tingginya mobilitas kendaraan barang dan orang di jalan raya, kondisi fisik kendaraan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keselamatan pengguna jalan.

Karena itu, langkah Dinas Perhubungan Kabupaten Tanah Laut (Tala) menggelar Ramp Check atau uji petik kendaraan bermotor mendapat apresiasi warga. 

Mereka berharap pemeriksaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dilakukan secara berkala dan konsisten.

“Bagus kalau kendaraan diperiksa langsung. Jangan sampai hanya suratnya lengkap, tetapi kondisi kendaraan sebenarnya tidak layak jalan. Ini menyangkut keselamatan banyak orang,” kata Mursyid, warga Pelaihari.

Ia berharap pemeriksaan juga menyentuh kendaraan yang setiap hari beroperasi membawa penumpang maupun barang dengan jarak tempuh jauh.

“Kalau bisa pemeriksaan seperti ini rutin. Pengemudi dan pemilik kendaraan juga jadi lebih disiplin mengecek kendaraan sebelum berangkat,” ujarnya.

Apresiasi senada disampaikan Wahono, warga Tanah Laut lainnya. Menurutnya, keselamatan lalu lintas seharusnya dibangun sejak kendaraan dipastikan dalam kondisi laik sebelum berada di jalan.

“Jangan menunggu terjadi kecelakaan baru kendaraan diperiksa. Lebih baik dicegah dari awal,” katanya.

Ia juga berharap penindakan terhadap kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan dilakukan secara konsisten tanpa tebang pilih.

“Kalau memang tidak memenuhi aturan, harus ditindak. Harapannya pemeriksaan seperti ini bisa membuat angkutan lebih tertib dan masyarakat merasa lebih aman saat berada di jalan,” ujarnya.


Cegah Risiko Sebelum Kendaraan Melaju

Harapan warga tersebut sejalan dengan pelaksanaan Ramp Check yang digelar Dishub Tanah Laut, Rabu (2/9/2026), di halaman Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Tanah Laut.

Pemeriksaan menyasar kendaraan angkutan barang dan orang. Petugas mengecek sejumlah aspek, mulai dari kelengkapan administrasi, kondisi kendaraan, hingga masa berlaku KIR atau bukti lulus uji berkala.

Kegiatan dilakukan secara lintas sektoral dengan melibatkan Satuan Lalu Lintas Polres Tanah Laut, Kodim 1009/Pelaihari, Satpol PP dan Damkar Tanah Laut, UPPD Kantor Samsat Pelaihari, serta PT Jasa Raharja Tanah Laut.

Kehadiran sejumlah instansi tersebut menunjukkan bahwa keselamatan transportasi bukan semata urusan satu lembaga. 

Ada dimensi teknis kendaraan, kepatuhan hukum, administrasi, hingga perlindungan terhadap pengguna jalan.

Dalam pemeriksaan, kendaraan yang ditemukan melakukan pelanggaran dan tidak memenuhi ketentuan dikenakan tindakan penilangan sesuai kewenangan serta peraturan yang berlaku.

Namun, pendekatan yang dibangun tidak semata represif.

Di lokasi yang sama, turut dihadirkan layanan Samsat Keliling untuk memberikan kemudahan kepada pemilik kendaraan dalam memenuhi kewajiban pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Model pemeriksaan yang dipadukan dengan pelayanan tersebut memberi pesan bahwa ketertiban transportasi idealnya berjalan dalam dua arah: masyarakat memenuhi kewajibannya, sementara pemerintah menghadirkan pengawasan sekaligus kemudahan pelayanan.

Lebih jauh, Ramp Check juga menjadi ruang edukasi bagi pengemudi dan pemilik kendaraan agar tidak memandang pemeriksaan sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian dari budaya keselamatan.

Sebab, kendaraan yang laik jalan bukan hanya persoalan memenuhi ketentuan teknis. 

Di balik setiap kendaraan yang melaju terdapat keselamatan pengemudi, penumpang, pengguna jalan lain, hingga masyarakat yang berada di sekitar jalur perjalanan.

Dengan pemeriksaan, penindakan, pelayanan dan edukasi yang dilakukan secara terpadu, 

Pemkab Tanah Laut mendorong agar kepatuhan transportasi tidak berhenti pada “lengkap surat”, tetapi meningkat menjadi “benar-benar laik jalan.”

Bagi warga, konsistensi pengawasan menjadi kunci. Sebab keselamatan di jalan bukan sesuatu yang seharusnya baru dibicarakan setelah kecelakaan terjadi, melainkan harus dipastikan sejak kendaraan pertama kali bergerak.

(derapwaktu.com/roy)