DERAPWAKTU.COMPELAIHARI – Ribuan anak membawa kebahagiaan pulang dari RTH Kijang Mas Pelaihari, Selasa (25/8/2026) pagi.Sebanyak 1.726 santri TK/TP Al-Qur’an se-Kabupaten Tanah Laut mengikuti Batamat Al-Qur’an dan Wisuda XXXVIII.

Di balik kemeriahan wisuda, terselip pesan yang jauh lebih besar: tamat belajar membaca Al-Qur’an bukanlah akhir, melainkan awal untuk membiasakan nilai-nilai Qur’ani tumbuh dalam perilaku sehari-hari.

Pemerintah Kabupaten Tanah Laut bersama BKPRMI Tala menjadikan momentum tersebut sebagai bagian dari penguatan pembinaan generasi Qur’ani sejak usia dini.

Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto mengingatkan para santri agar kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an yang telah diperoleh terus dipelihara dan diamalkan.

“Bersyukurlah kalian karena tidak semua anak bisa membaca Al-Qur’an hingga menyelesaikan atau tamat. Karena itu, adalah talenta khusus yang tidak semua orang memilikinya,” ujar H Rahmat.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan Al-Qur’an tidak semata-mata diukur dari kemampuan menamatkan bacaan. 

Jauh lebih penting, nilai yang terkandung di dalamnya dapat menjadi pedoman dalam kehidupan.

“Saya mengharapkan kepada seluruh santri agar bacaan ayat yang dibaca terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.


Guru dan Orang Tua Jadi Fondasi

Di balik keberhasilan 1.726 santri tersebut, terdapat peran panjang para ustaz dan ustazah yang dengan sabar mendampingi proses belajar anak-anak.

H Rahmat memberikan apresiasi kepada seluruh guru, pembimbing, ustaz dan ustazah yang dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi sejak dini.

Menurutnya, setiap anak memiliki karakter dan kemampuan berbeda. Karena itu, pendidikan membutuhkan kesabaran, ketelatenan dan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan masing-masing anak.

Kegiatan turut dihadiri Ketua GOW Tanah Laut Hj Wiwi Zazuli, Sekda Ismail Fahmi, Ketua DWP Tanah Laut Nor Aida Fahmi, perwakilan BKPRMI Provinsi Kalimantan Selatan, jajaran Pemkab Tala, Plh Kepala Kementerian Agama sekaligus Pjs Ketua BKPRMI Tala HM Wahyudi, para ustaz dan ustazah, serta orang tua santri.


Warga: Jangan Berhenti Setelah Wisuda

Sejumlah warga yang hadir mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut mereka, wisuda Al-Qur’an memberikan kebanggaan tersendiri bagi keluarga sekaligus menjadi motivasi agar anak-anak tidak berhenti belajar setelah dinyatakan tamat.

“Yang paling membahagiakan bukan hanya melihat anak memakai pakaian wisuda, tetapi melihat mereka terus membaca Al-Qur’an setelah acara ini selesai,” kata salah seorang keluarga santri, Ikhwan.

Warga lainnya berharap pembinaan Al-Qur’an di Tanah Laut terus diperkuat dan menjangkau semakin banyak anak.

“Kalau sejak kecil anak sudah dekat dengan Al-Qur’an, mudah-mudahan nilai yang diajarkan ikut membentuk sikapnya ketika besar nanti. Jadi jangan sampai wisuda menjadi garis akhir,” ujarnya.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat yang disampaikan Bupati H Rahmat: keberhasilan pendidikan Al-Qur’an tidak berhenti pada seremoni, tetapi harus terlihat dalam karakter dan kehidupan generasi muda Tanah Laut.

Sebab, dari ribuan anak yang hari ini diwisuda, tersimpan harapan besar agar kelak lahir generasi yang bukan hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan nilai-nilainya sebagai bagian dari kehidupan.

(derapwaktu.com/roy)