Haul Habib Abdullah Bahasyim Jadi Momentum Merawat Kerukunan di Kurau, H Uli Sampaikan Hal Ini

DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI — Bukan sekadar mengenang ulama, peringatan Haul ke-84 Habib Abdullah Bahasyim sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Kurau menjadi ruang untuk merawat kerukunan dan memperkuat hubungan sosial masyarakat.

Tabligh Akbar yang digelar Selasa (25/8/2026) itu mempertemukan habaib, ulama, guru agama, tokoh masyarakat, jamaah dan pemerintah dalam satu suasana kebersamaan.

Wakil Bupati Tanah Laut (Tala) HM Zazuli  hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. 

Kehadiran orang nomor dua di Tala yang akrab disapa H Uli ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kedekatan dengan masyarakat melalui momentum keagamaan.

Ketua panitia Agus Salim mengatakan, maulid dan haul memiliki makna penting karena tidak hanya berisi kegiatan keagamaan, tetapi juga membuka ruang silaturahmi lintas elemen masyarakat.

Menurutnya, hubungan yang baik antara ulama, habaib, masyarakat dan pemerintah perlu terus dipelihara agar tercipta suasana sosial yang harmonis dan saling menguatkan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Tanah Laut, pemerintah kecamatan dan desa, aparat, pengusaha, relawan serta masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

Agus berharap dukungan dan kebersamaan tersebut dapat dipertahankan sehingga kegiatan serupa dapat terus berlangsung secara rutin setiap tahun.


Keteladanan Jangan Berhenti di Mimbar

Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli mengatakan, haul semestinya tidak berhenti pada kegiatan mengenang sosok ulama yang telah wafat.

Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk menggali dan menerapkan nilai yang diwariskan para ulama, terutama kecintaan terhadap ilmu, ketakwaan dan akhlak mulia.

Sementara Maulid Nabi Muhammad SAW, menurutnya, mengingatkan masyarakat agar menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam menjalani kehidupan.

Nilai kejujuran, kesabaran, kasih sayang, persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama dinilai semakin penting untuk terus ditanamkan di tengah masyarakat.

H Uli mengajak masyarakat Tanah Laut menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai fondasi dalam menjaga persatuan dan kerukunan.

Perbedaan, katanya, jangan dijadikan alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi energi bersama untuk membangun daerah yang aman, damai dan sejahtera.

Sejumlah warga yang mengikuti kegiatan menilai peringatan maulid dan haul memiliki manfaat sosial yang besar karena menjadi kesempatan bertemu sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.

Rahman, warga Kecamatan Kurau, mengatakan kegiatan keagamaan seperti ini penting dipertahankan karena masyarakat tidak hanya mendapatkan siraman keagamaan, tetapi juga kembali dipertemukan dalam suasana penuh kekeluargaan.

“Yang penting bukan hanya ramai saat acara. Silaturahmi dan nilai kebaikan yang disampaikan juga harus dibawa dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Senada, Siti Aminah, warga Kurau, menilai pesan tentang persatuan sangat relevan diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, perbedaan pilihan maupun latar belakang seharusnya tidak menghilangkan rasa persaudaraan.

“Kalau masyarakat rukun, banyak persoalan bisa diselesaikan dengan musyawarah. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus ada dan membawa kebaikan bagi Kurau,” katanya.

Dari momentum tersebut, pesan yang mengemuka bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi bagaimana keteladanan Rasulullah SAW dan para ulama diterjemahkan menjadi sikap nyata: menjaga silaturahmi, menghormati perbedaan dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.

(derapwaktu.com/roy)