Sebanyak 130 titik api dengan luasan sekitar 760 hektare tercatat di wilayah ini, membuat kesiapsiagaan personel penanggulangan bencana terus diperketat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Bupati Tala H Rahmat Trianto saat menyambangi Pos Komando Penanganan Bencana Karhutla 2026 di tepi Jalan A Yani, Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari, Selasa (25/8/2026) siang.
Di posko tersebut, H Rahmat tidak hanya menerima laporan. Ia berdialog langsung dengan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tala dan pihak terkait lainnya.
Bupati menanyakan kondisi lapangan, kendala atau kesulitan yang dialami petugas hingga memastikan kebutuhan logistik makanan bagi personel yang berada di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Tala Aspi Setia Rahman turut menyambut kedatangan bupati. Hadir pula Camat Tambang Ulang Khairil Fahmi dan Camat Bati-Bati Noor Helmy.
Kehadiran kedua camat tersebut cukup beralasan. Bati-Bati dan Tambang Ulang merupakan kawasan yang dinilai rentan terhadap karhutla setiap musim kemarau.
Bahkan, kepulan asap yang muncul belakangan sempat mengganggu jarak pandang dan kelancaran lalu lintas di kawasan perbatasan Bati-Bati dengan Banjarbaru.
H Rahmat juga mengecek gudang logistik baru milik BPBD Tala yang dibangun sekitar setahun lalu. Di salah satu ruangan, ia melihat pemantauan titik panas melalui perangkat komputer yang menampilkan data pantauan satelit.
Tak berhenti di sana, Bupati juga memeriksa kondisi fisik bangunan. Sejumlah kerusakan kecil yang ditemuinya langsung diminta untuk segera ditindaklanjuti melalui instansi teknis terkait.
Dalam wawancara doorstop, H Rahmat mengatakan pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan karhutla tetap berada dalam kondisi siap bergerak.
“Baik itu dari Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Polres, Kodim, relawan dan Manggala Agni, semuanya harus senantiasa siap siaga,” ujarnya.
Ia menyebut dari sekitar 130 titik api dengan luasan 760 hektare yang terpantau, penanganan melalui Satgas Darat telah menjangkau sekitar 105 hektare.
Menurutnya, tidak semua lokasi mudah dijangkau petugas. Sebagian titik berada di kawasan yang sulit dilalui, termasuk daerah dengan medan tinggi.
Meski demikian, H Rahmat menyebut kondisi karhutla di Tala mulai menunjukkan penurunan. Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga karena musim kemarau masih berlangsung.
Ia menyebut Bati-Bati dan Panyipatan menjadi dua wilayah dengan titik api yang cukup banyak. Termasuk wilayah Kecamatan Tambang Ulang.
“Apapun itu, kami selaku Pemerintah Kabupaten bersama kawan-kawan senantiasa siap siaga dalam rangka penanggulangan kebakaran hutan ini,” katanya.
H Rahmat juga mengajak masyarakat tidak menjadi sumber munculnya api. Menurutnya, upaya mencegah karhutla bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
Ia mengingatkan warga agar tidak sembarangan membuang puntung rokok maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, baik di kawasan lahan maupun lingkungan permukiman.
Asap Mulai Masuk Perhatian Sekolah
Ancaman karhutla juga mulai berkelindan terhadap aktivitas pendidikan. Hal ini juga menjadi atensi khusus Bupati H Rahmat.
Ia mengatakan, dua pekan lalu telah menerbitkan surat edaran melalui Dinas Pendidikan bagi sekolah yang terdampak kabut asap.
Kebijakan tersebut antara lain menyangkut pembagian masker, penyesuaian jam sekolah hingga kemungkinan penghentian sementara kegiatan pembelajaran apabila kondisi asap dinilai membahayakan.
“Sampai saat ini alhamdulillah masih situasi aman. Mudah-mudahan kita diberikan kemudahan dalam menyelesaikan permasalahan ini,” harapnya.
Dengan masih munculnya titik api di sejumlah kawasan, pesan dari posko karhutla Tala kali ini bukan sekadar soal kesiapan petugas.
Ketika satu titik api bisa berkembang menjadi kepulan asap yang mengganggu jalan raya hingga sekolah, pencegahan di tingkat masyarakat menjadi garis pertahanan pertama.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)