Sejak sekitar pukul 05.00 hingga 07.00 Wita, jarak pandang di sekitar Tugu Perbatasan Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, Tanah Laut, kembali terbatas.
Kalangan pengendara kaget dengan kondisi itu karena pada Senin kemarin dan beberapa hari sebelumnya, saputan asap tipis saja atau tergolong terang.
Yanti, warga Desa Pandahan yang tinggal dekat tugu perbatasan sekaligus relawan, mengatakan kondisi pagi itu cukup berbeda dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
“Pagi tadi kabutnya lumayan tebal. Mulai sekitar pukul 05.00 sampai 07.00 Wita jarak pandang cukup terbatas,” ungkap Yanti.
Meski demikian, kabut tersebut tak sampai menghentikan lalu lintas seperti yang terjadi Rabu pekan tadi.
Kendaraan masih dapat melintas, tetapi pengemudi harus menyesuaikan kecepatan dengan kondisi pandangan.
Memasuki sekitar pukul 07.00 Wita, kabut perlahan terangkat. Jalur yang sebelumnya tersaput asap kembali terlihat terang dan arus lalu lintas berangsur normal.
Kondisi yang berubah cepat itu juga dialami Marlan, warga Pelaihari yang pagi tadi mengendarai sepeda motor menuju Gambut.
Ia mengaku kaget ketika memasuki kawasan Pandahan–Pengayuan. Sebab, beberapa hari terakhir jalur tersebut relatif terang dan tidak lagi diselimuti kabut asap tebal.
“Agak kaget juga. Kemarin dan beberapa hari sebelumnya sudah terang, tidak begitu berkabut. Pagi tadi malah cukup tebal,” kata pekerja bangunan ini.
Warga Sarang Halang Pelaihari ini kemudian memilih tidak mengambil risiko. Kecepatan sepeda motornya diturunkan
Kabut yang kembali datang setelah beberapa hari membaik menjadi sinyal bahwa persoalan asap di jalur Tala–Banjarbaru belum benar-benar selesai.
Kondisinya memang kembali terang setelah pukul 07.00 Wita. Namun, perubahan ketebalan kabut yang berlangsung cepat membuat pengguna jalan tetap perlu mengantisipasi perjalanan, terutama pada pagi hari.
Pengendara diimbau tidak memacu kendaraan ketika jarak pandang menurun, menjaga jarak aman dan menggunakan masker apabila kembali memasuki kawasan yang diselimuti asap.
Bagi masyarakat yang setiap hari melintasi jalur Pelaihari–Banjarbaru–Banjarmasin, kondisi pagi ini menjadi pengingat bahwa jalur yang kemarin sudah terang belum tentu bebas dari kabut asap pada pagi berikutnya.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)