DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI  -

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tanah Laut (Tala) menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Kerukunan Intern Umat Beragama serta Penyuluhan Perlindungan Anak dan Perempuan kepada Majelis Agama se-Kabupaten Tanah Laut pada Kamis (30/7/2026). 

Kegiatan ini bertujuan memperkuat harmoni kehidupan beragama sekaligus meningkatkan kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap perlindungan anak dan perempuan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Laut, HM Wahyudi SAg MM. 

Dalam sambutannya, ia mengapresiasi FKUB Kabupaten Tanah Laut yang secara konsisten menjadi ruang dialog dan kolaborasi antarorganisasi keagamaan.

Menurut Wahyudi, kerukunan umat beragama merupakan modal utama dalam menjaga persatuan bangsa dan mendukung pembangunan daerah.

Ia menegaskan Kementerian Agama terus mendorong terwujudnya kehidupan beragama yang rukun, damai, dan saling menghormati. 

"Kami mengapresiasi FKUB yang telah mempertemukan berbagai unsur majelis agama untuk bersama-sama memperkuat moderasi beragama serta kepedulian terhadap perlindungan anak dan perempuan," ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung di Pelaihari tersebut diikuti oleh 40 peserta, terdiri atas 25 peserta dari Nahdlatul Ulama (NU) dan 15 peserta dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Tanah Laut. 

Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias melalui sesi penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab.

Ketua FKUB Kabupaten Tanah Laut, Drs H.

 Al Makmun, menyampaikan materi pembuka mengenai pentingnya menjaga kerukunan intern umat beragama. 

Ia menegaskan bahwa organisasi dan majelis agama memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi, memperkuat toleransi, serta menjadi teladan dalam menjaga keharmonisan masyarakat.

"Kerukunan adalah modal utama dalam menjaga stabilitas dan pembangunan daerah. Karena itu, seluruh majelis agama diharapkan menjadi teladan dalam menciptakan suasana yang damai, saling menghargai, dan menyelesaikan setiap perbedaan melalui dialog," ujarnya.

Materi pertama disampaikan oleh Sekretaris Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanah Laut, Maria Ulfah SPsi MM, yang mengangkat tema perlindungan anak dan perempuan. 

Ia menjelaskan bahwa upaya pencegahan kekerasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan keluarga, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta lingkungan sekitar.

"Perlindungan anak dan perempuan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui edukasi, kepedulian, dan keberanian melaporkan tindak kekerasan, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi generasi penerus," jelasnya.

Materi kedua disampaikan oleh Ketua MUI Kabupaten Tanah Laut, KH Ahmad Syarifuddin Noor, mengenai peran strategis organisasi keagamaan dalam membina umat, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjaga persatuan bangsa.

"Seluruh organisasi keagamaan memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga persatuan bangsa. Dakwah dan pembinaan umat hendaknya dilakukan dengan mengedepankan nilai-nilai kebijaksanaan, persaudaraan, dan kemaslahatan bersama," katanya.

Ketua Panitia, Dr Anton Kuswoyo, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen FKUB Kabupaten Tanah Laut untuk memperkuat sinergi antarmajelis agama dalam menjaga kerukunan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap isu perlindungan anak dan perempuan.

Menurutnya, organisasi keagamaan memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam membangun masyarakat yang harmonis, toleran, serta peduli terhadap kelompok rentan.

Dikatakannya, kerukunan umat beragama dan perlindungan anak serta perempuan merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam mewujudkan masyarakat yang damai dan sejahtera. 

"Melalui kegiatan ini kami berharap terjalin komunikasi yang semakin erat antarorganisasi keagamaan sehingga mampu bersama-sama menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat," ujarnya.

Anton menambahkan, FKUB Kabupaten Tanah Laut akan terus mendorong kolaborasi lintas organisasi keagamaan melalui berbagai kegiatan pembinaan, dialog, dan edukasi agar nilai-nilai toleransi, persaudaraan, serta kepedulian sosial semakin mengakar di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, FKUB Kabupaten Tanah Laut berharap sinergi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat dalam menjaga kerukunan umat beragama serta mewujudkan Kabupaten Tanah Laut yang aman, harmonis, dan ramah bagi anak maupun perempuan.

(derapwaktu.com/dw1)