DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Kemarau yang kian terasa di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, mulai berdampak pada pola distribusi air bersih kepada pelanggan.

PT Air Minum Berkah Banua (AMBB) Perseroda Kabupaten Tanah Laut melakukan penyesuaian jam distribusi seiring menurunnya ketersediaan air baku, terutama pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bajuin yang mengandalkan sumber air Sungai Tabanio di wilayah Desa Bajuin.

Penyesuaian ini menjadi langkah perusahaan untuk menyesuaikan distribusi dengan kondisi air baku di tengah musim kemarau.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi pada SPAM Pelaihari yang berada di Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari. 

Sistem ini menggunakan sumber air baku dari waduk milik PTPN yang hingga kini masih memiliki ketersediaan air relatif cukup.

Melalui informasi yang disebarluaskan kepada pelanggan, PT AMBB mengatur kembali jam distribusi air bersih di wilayah pelayanan Kota Pelaihari.

Untuk IPA Pelaihari, distribusi pagi berlangsung pukul 04.00–11.00 Wita, sedangkan distribusi sore pukul 16.00–23.00 Wita.

Wilayah yang dilayani meliputi Pelaihari, Angsau, Ambungan, Panjaratan, Panggung, Pemuda, Pabahanan dan Jalan Raya Matah.

Sementara untuk Booster Kantor, distribusi pagi berlangsung pukul 05.00–10.00 Wita dan sore pukul 17.00–22.00 Wita.

Wilayah pelayanannya mencakup Bajuin, Ketapang, Tirta Jaya, Galam, Sarang Halang, Atu-Atu dan Jalan Karang Jawa.

PT AMBB mengimbau pelanggan menyesuaikan penggunaan air dengan jadwal distribusi di wilayah masing-masing.

Pelanggan juga diminta menampung air secukupnya ketika distribusi berlangsung, menggunakan air secara bijak dan mengutamakan kebutuhan pokok.

Pemeriksaan instalasi rumah juga penting dilakukan, terutama memastikan tidak ada keran maupun saluran air yang mengalami kebocoran.

Bagi pelanggan yang setelah melewati jadwal distribusi masih belum mendapatkan aliran air atau mengalami kendala lainnya, laporan dapat disampaikan melalui kanal pengaduan resmi PT AMBB di nomor WhatsApp 0811 5111 757.


Pelanggan Tanpa Tandon Sempat Terdampak

Bagi pelanggan yang tidak memiliki tandon penampungan, kelancaran distribusi menjadi sangat penting. Salah satunya dirasakan Rezki, warga Desa Panggung, Kecamatan Pelaihari.

Ia mengaku bersyukur karena distribusi air pada pagi hari berjalan lancar.

“Alhamdulillah pagi ini lancar ngalirnya. Saya bangun jam 05.00 Wita dan saat buka keran sudah jalan lancar,” ujarnya.

Namun, sehari sebelumnya ia sempat merasakan distribusi yang tersendat. Hingga pukul 07.00 Wita distribusi belum lancar sehingga aktivitasnya pun turut terganggu. Ia tak bisa ke kantor tepat waktu dikarenakan belum ada air untuk mandi.

Rezki mengatakan kondisi tersebut cukup terasa karena rumahnya tidak memiliki tandon penampungan air. 

Ketika aliran tersendat, praktis tidak ada cadangan air yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, ia berharap pengaturan distribusi selama musim kemarau dapat berjalan sesuai jadwal sehingga pelanggan bisa mengatur kebutuhan air dengan lebih baik.

Sebelumnya, Direktur PT AMBB Eko Sugiharto beberapa waktu lalu menegaskan pihaknya akan terus berupaya maksimal menjaga kelancaran distribusi air bersih kepada pelanggan, di tengah kondisi sumber air baku yang dipengaruhi musim kemarau.

Penyesuaian jam distribusi pun diharapkan menjadi langkah bersama agar keterbatasan air baku dapat dihadapi tanpa mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat.

(derapwaktu.com/roy)