DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Laut (Tala) H Khairufdin, akhirnya angkat bicara terkait tudingan dugaan tindak asusila terhadap empat anak di bawah umur yang belakangan ramai diperbincangkan di ruang publik.
Dalam keterangannya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (19/6/2026), Khairuddin membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Ia menegaskan tidak pernah melakukan perbuatan sebagaimana yang dituduhkan.
"Semua tuduhan itu tidak benar dan tidak pernah terjadi. Itu firnah," tegasnya.
Khairudin mengatakan, lingkungan kantornya dipasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik sehingga aktivitas di area perkantoran dapat dipantau. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa tuduhan tersebut dinilainya tidak masuk akal.
Selain itu, ia mengaku sebagai seorang ayah yang memiliki anak perempuan sehingga tidak mungkin melakukan tindakan yang bertentangan dengan nilai moral maupun hukum.
Akibat tuduhan yang beredar, Khairufdin mengaku nama baik, karier, hingga keluarganya ikut terdampak.
Karena itu, melalui kuasa hukumnya, ia memilih menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap telah menyebarkan informasi tanpa melakukan konfirmasi maupun verifikasi.
"Saya merasa nama baik saya dicemarkan. Dampaknya bukan hanya kepada saya, tetapi juga keluarga," ujarnya.
Ia menyebut telah melaporkan sejumlah akun media sosial ke Polda Kalimantan Selatan karena diduga menyebarkan konten yang dinilainya mencemarkan nama baik.
Khairuddin juga menduga ada pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan situasi tersebut untuk menjatuhkan dirinya dari jabatan.
Menurutnya, dugaan itu muncul karena langkahjya yang sedang pembenahan terhadap kinerja internal.
"Saya menduga ada pihak yang memiliki kepentingan tertentu. Mungkin ada yang tidak senang dengan upaya pembenahan yang kami lakukan," katanya.
Akun WA Kena Hack
Pada kesempatan ituKhairudinfin turut menanggapi beredarnya tangkapan layar percakapan WhatsApp dengan petinggi daerah yang sempat viral di media sosial.
Ia menegaskan tidak pernah menyebarluaskan isi percakapan tersebut maupun menjadikannya sebagai status WhatsApp.
Menurutnya, saat tangkapan layar itu beredar, telepon selulernya sedang dalam kondisi senyap karena dirinya menjalani proses klarifikasi di Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI di Jakarta pada Jumat lalu.
"Saat itu saya sedang memberikan klarifikasi sehingga telepon disilent. Saya menduga saat itulah akun atau telepon saya diretas (hack). Saya tidak pernah menyebarkan percakapan pribadi itu," ujarnya.
Lebih lanjut ia juga menyatakan sebagai warga negara yang taat hukum, dirinya siap mengikuti seluruh proses hukum apabila persoalan tersebut menggelinding ke ramah hukum.
Sebagai informasi, sebelumnya empat siswi di Kabupaten Tanah Laut melalui keluarga dan didampingi Lembaga Bantuan dan Advokasi Hukum (LBAH) KNPI Tanah Laut telah melaporkan dugaan tindak asusila ke Unit PPA Satreskrim Polres Tanah Laut.
Polisi membenarkan laporan tersebut telah diterima dan saat ini masih dalam tahap pendalaman.
Hal itu disampaikan Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan saat dikonfirmasi beberapa hari lalu.
(derapwaktu.com/dw1]
Komentar (0)