DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI   – Kabar minor menyelubungi sebuah lembaga keuangan ternama di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan. Ini menyusul merebaknya dugaan penggelapan uang nasabah.

Apalagi total nominal uang nasabah tersebut disebut-sebut cukup besar, mencapai ratusan juta. Bahkan, di antaranya dikabarkan ada yang lebih dari Rp 1  miliar.

Pihak kepolisian di daerah ini telah menerima laporan dari sejumlah nasabah dan masih mengumpulkan berbagai keterangan untuk mengungkap kasus tersebut.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa penyelidikan sedang berjalan. 

Ia mengatakan saat ini penyidik masih memeriksa sejumlah saksi serta mendalami seluruh laporan yang telah masuk.

"Benar, kita masih mengumpulkan keterangan dari para saksi-saksi dan sudah menerima laporan dari beberapa masyarakat," ujar Kapolres saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2026).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, terdapat ada dua dugaan kasus penggelapan yang sedang didalami aparat. Salah satunya melibatkan seorang perempuan yang berstatus karyawan kontrak di bank tersebut.

Dalam kasus ini, nilai kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, sekitar Rp 700 juta. Dana yang diduga digelapkan merupakan uang setoran nasabah, baik untuk cicilan kredit modal usaha maupun tabungan.

Korban disebut mayoritas berasal dari desa-desa di Kabupaten Tanah Laut. Karena lokasi tempat tinggal yang cukup jauh dari Kota Pelaihari, mereka memilih menitipkan uang setoran kepada oknum tersebut dengan harapan disetorkan sebagaimana mestinya. 

Kepercayaan itulah yang diduga dimanfaatkan hingga dana para nasabah tidak masuk ke rekening maupun pembayaran kredit sebagaimana seharusnya.

Selain itu, informasi lain yang dihimpun menyebut adanya dugaan kasus serupa di lembaga keuangan yang sama. Ini melibatkan karyawan tetap, seorang laki-laki. 

Namun sejak sekitar setahun lalu yang bersangkutan pindah tugas ke Kota Banjarmasin. Lalu, kabarnya mengalami sakit gangguan kejiwaan sehingga kemudian menjalani perawatan khusus di fasilitas kesehatan kejiwaan.

Nilai kerugian dalam perkara ini disebut mencapai hampir Rp 2 miliar dengan korban didominasi kalangan nasabah berduit. 

Dugaan tersebut juga masih dalam tahap penyelidikan sehingga polisi belum menyampaikan rincian lebih lanjut.

Informasi diperoleh, hingga saat ini sudah ada beberapa korban yang membuat laporan ke Polres Tanah Laut. 

Terduga pelaku dalam salah satu perkara juga telah datang memenuhi panggilan penyidik.

PIhak Polres Tala menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung. Seluruh informasi, termasuk jumlah pasti kerugian, jumlah korban, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat, masih terus didalami sebelum ditetapkan langkah hukum selanjutnya.

(derapwaktu.com/dw1)