Rabu (26/8/2026) pagi, personel Satlantas Polres Tanah Laut mengintensifkan patroli kabut asap.
Selain itu sekaligus menyampaikan imbauan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) kepada pengguna jalan.
Patroli menyasar sejumlah titik di sepanjang Jalan A Yani yang dinilai perlu mendapat perhatian yakni kawasan Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati yang berbatasan dengan Pengayuan, Kota Banjarbaru. Lalu di wilayah Desa Indah hingga Simpang Tiga Pos Bentok.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Dalam beberapa hari terakhir, kabut asap sempat kembali menebal pada pagi hari di kawasan perbatasan Tanah Laut–Banjarbaru.
Jarak pandang yang berubah cepat menjadi persoalan tersendiri bagi pengendara, terutama pengguna sepeda motor.
Personel Satlantas ditempatkan di sejumlah titik untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus memastikan kehadiran polisi dapat dirasakan langsung masyarakat.
Tak hanya mengatur kendaraan, polisi juga berdialog dengan pengendara dan mengingatkan mereka agar tidak memacu kendaraan ketika jarak pandang mulai terganggu.
Pengendara diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, menyalakan lampu kendaraan ketika jarak pandang berkurang serta tetap mematuhi rambu dan aturan lalu lintas.
Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan mengatakan patroli tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya di tengah kondisi kabut asap.
“Dalam kondisi kabut asap, jarak pandang pengendara dapat berkurang sehingga risiko kecelakaan lalu lintas meningkat," sebut Ricky.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menyalakan lampu kendaraan apabila diperlukan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan.
Ia memastikan patroli dan pengaturan lalu lintas akan terus ditingkatkan pada titik-titik yang dianggap rawan untuk menjaga situasi Kamseltibcarlantas tetap aman, tertib dan lancar.
Bagi masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut, kehadiran polisi di tengah kondisi kabut asap dinilai cukup membantu.
Rusdi, warga Pelaihari yang kerap menggunakan sepeda motor menuju arah Banjarmasin, mengatakan kabut asap dapat muncul tiba-tiba pada pagi hari. Menurutnya, pengendara membutuhkan informasi dan pengawasan ketika jarak pandang mulai menurun.
“Kalau ada polisi yang berjaga, kita merasa lebih terbantu. Apalagi kalau kabut tiba-tiba tebal, pengendara tentu harus lebih pelan,” ujarnya.
Warga lainnya, Nirmala, warga Pelaihari, juga menilai patroli penting dilakukan karena kondisi kabut asap tidak selalu sama setiap hari.
“Kadang pagi tebal, kemudian terang lagi. Jadi memang bagus kalau ada patroli, supaya pengendara diingatkan untuk hati-hati,” katanya.
Menurut warga, imbauan sederhana seperti mengurangi kecepatan dan menyalakan lampu ketika jarak pandang menurun menjadi penting karena jalur A Yani merupakan akses padat yang menghubungkan Pelaihari, Banjarbaru hingga Banjarmasin.
Patroli Satlantas di tengah ancaman kabut asap pun bukan sekadar menjaga kelancaran arus.
Lebih jauh, kehadiran personel di lapangan menjadi upaya mencegah jarak pandang yang menurun berubah menjadi kecelakaan lalu lintas.
Di tengah kabut yang bisa datang dan pergi dalam hitungan jam, polisi memilih hadir lebih dulu sebelum risiko datang.
(derapwaktu.com/roy)
Komentar (0)