DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI — Wisuda bukan sekadar seremoni mengenakan toga dan menerima ijazah. Bagi 347 lulusan Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala), momen Wisuda ke-XV Tahun 2026 menjadi pintu masuk menuju dunia kerja, pengabdian, sekaligus pembuktian atas kompetensi yang selama ini ditempa di kampus vokasi tersebut.

Pesan itu disampaikan Direktur Politala Dr Ir Meldayanoor SHut MS dalam sambutan Wisuda ke-XV dan Pengukuhan Wisudawan di Pelaihari, Rabu (26/8/2026) pagi, di Gedung 83 Dua Mas dinkawasan Matah, Pelaihari. 

Para lulusan diminta tidak berhenti pada pencapaian akademik. Mereka ditantang menjadi pribadi berintegritas, adaptif, kreatif, serta mampu menghadirkan solusi di tengah perubahan teknologi dan dunia industri yang berlangsung cepat.

“Keahlian dapat membuat seseorang mendapatkan pekerjaan, tetapi integritaslah yang membuat seseorang mendapatkan kepercayaan,” menjadi salah satu pesan utama yang dititipkan kepada para wisudawan.

Direktur juga mengingatkan, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan perubahan kebutuhan industri membuat ijazah saja tidak cukup menjadi bekal memasuki dunia kerja.

Lulusan vokasi, menurutnya, memiliki keunggulan karena dibekali keterampilan dan kemampuan menerapkan ilmu untuk menyelesaikan persoalan nyata.

Karena itu, para alumni tidak hanya didorong menjadi pencari kerja, tetapi juga berani menjadi pencipta lapangan pekerjaan, inovator, dan pemberi solusi bagi masyarakat.

“Jangan takut memulai dari bawah. Bangun reputasi sedikit demi sedikit. Jangan sibuk meminta dunia mengakui siapa Saudara. Tunjukkan melalui karya, dan biarkan prestasi serta karakter Saudara yang berbicara,” pesannya.


347 Lulusan, Tujuh Program Studi

Pada Wisuda ke-XV, Politala mengukuhkan ratusan lulusan dari berbagai program studi.

Data yang disampaikan dalam rangkaian kegiatan menyebutkan peserta yudisium sebanyak 346 orang, sedangkan sambutan Direktur menyebut 347 wisudawan dan wisudawati.

Para lulusan tersebut berasal dari program studi Teknologi Informasi, Agroindustri, Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan, Akuntansi, Teknologi Otomotif, Teknologi Pakan Ternak, serta Teknologi Rekayasa Komputer Jaringan.

Rinciannya, sesi pertama diikuti 176 peserta, terdiri dari D3 Teknologi Informasi 94 orang, D3 Agroindustri 55 orang dan D4 Teknologi Rekayasa Komputer Jaringan 27 orang.

Sementara sesi kedua diikuti 170 peserta, terdiri dari D3 Akuntansi 98 orang, D3 Teknologi Otomotif 20 orang, D4 Teknologi Rekayasa Komputer Jaringan 36 orang dan D4 Teknologi Produksi Tanaman 16 orang.

Perbedaan angka tersebut perlu diselaraskan kembali dengan data resmi panitia sebelum publikasi final.


Bukan Sekadar Membawa Ijazah

Direktur menegaskan, toga yang dikenakan para wisudawan bukan hanya simbol kelulusan.

Di baliknya terdapat proses panjang berupa perkuliahan, praktik, tugas, ujian, penelitian, kegiatan kemahasiswaan, hingga berbagai tantangan yang harus dilewati mahasiswa.

Karena itu, Politala melepas para lulusan bukan hanya dengan membawa ijazah, tetapi juga kompetensi, karakter, integritas, dan nama baik almamater.

Pesan berikutnya berkaitan dengan pentingnya menjaga hubungan dengan orangtua.

Direktur mengajak para wisudawan tidak melupakan orang-orang yang berada di balik keberhasilan mereka.

“Setelah acara wisuda ini selesai, jangan hanya sibuk berfoto dengan toga. Carilah ayah dan ibu Saudara. Datangi mereka. Peluk mereka. Cium tangan mereka,” pesannya.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seorang anak tidak pernah berdiri sendiri. Ada doa, kerja keras, pengorbanan, dan air mata orang tua yang menyertai perjalanan hingga seorang anak mampu mengenakan toga.


Politala Terus Perkuat Pendidikan Vokasi

Di tengah melepas ratusan lulusan, Politala juga menunjukkan perkembangan institusinya.

Saat ini Politala memiliki lebih dari 2.000 mahasiswa aktif, didukung 180 dosen dan 100 tenaga kependidikan. Akses pendidikan diperluas melalui KIP Kuliah, Beasiswa ADik, bantuan UKT dan dukungan beasiswa dari berbagai mitra.

Pada 2026, Politala dipercaya menjadi tuan rumah MTQ Politeknik Tingkat Nasional. Mahasiswa Politala juga berhasil membawa kampus menjadi Juara Umum MTQ Politeknik Tingkat Nasional 2026.

Dalam PORSENI Politeknik Se-Indonesia XV di Medan, kontingen Politala membawa pulang tujuh medali, terdiri atas satu emas, tiga perak dan tiga perunggu.

Prestasi juga datang dari berbagai kompetisi, mulai public speaking, fotografi, welding competition, pencak silat, sambo, dance sport, cybercombat, UI/UX hingga kreativitas mahasiswa.

Penguatan kompetensi mahasiswa juga dilakukan melalui Hibah Sertifikasi Kompetensi dan Profesi Mahasiswa Vokasi untuk 130 mahasiswa.

Politala turut memperoleh dukungan Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri Vokasi 2026 untuk memperkuat pembelajaran berbasis praktik, keterlibatan industri serta pengembangan produk dan inovasi.

Kerja sama dengan dunia industri juga terus diperluas. Salah satunya melalui hibah tiga unit alat berat dari PT Thriveni Indo Mining berupa grader, bulldozer dan unit drilling untuk menunjang pembelajaran praktik.

Sementara PT Arutmin Indonesia memberikan dukungan beasiswa bagi mahasiswa Politala.


Menatap Dunia Internasional

Langkah Politala tidak berhenti pada penguatan pendidikan vokasi di tingkat nasional.

Kerja sama double degree dengan Cheng Shiu University, Taiwan, mulai diimplementasikan melalui skema dua tahun pendidikan di Politala dan dua tahun di Taiwan.

Program tersebut diharapkan memperluas pengalaman global mahasiswa, meningkatkan kemampuan bahasa asing dan memperkuat kesiapan menghadapi dunia kerja internasional.

Dari sisi kelembagaan, Politala saat ini berstatus Terakreditasi Baik Sekali. Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri memperoleh akreditasi Baik hingga 2031.

Politala juga telah memperoleh izin pembukaan D3 Teknologi Sipil dan mulai menerima mahasiswa baru.

Sejumlah program studi baru juga dipersiapkan, antara lain Agribisnis Peternakan, Sarjana Terapan Bisnis dan Manajemen Ritel serta Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Multimedia.


Pendidikan untuk Masa Depan Tanah Laut

Kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut turut menjadi bagian penting dalam pengembangan akses pendidikan tinggi.

Melalui Program Satu Desa Satu Lulusan Pendidikan Tinggi, Politala bersama pemerintah daerah berupaya membuka akses pendidikan bagi putra-putri daerah dari keluarga kurang mampu yang tersebar di 135 desa dan kelurahan.

Program tersebut dipandang bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan investasi sumber daya manusia untuk masa depan Tanah Laut.

Di penghujung sambutannya, Direktur kembali menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari jabatan, penghasilan atau ketenaran alumni.

Ukuran yang lebih penting adalah seberapa besar ilmu yang dimiliki mampu memberi manfaat, menyelesaikan persoalan, menjaga integritas dan membantu sesama.

“Keberhasilan Saudara adalah kebanggaan kami. Karya Saudara adalah nama baik almamater. Dan kebermanfaatan Saudara bagi masyarakat adalah ukuran sesungguhnya dari keberhasilan pendidikan kita,” pesannya.

Ratusan lulusan itu pun dilepas menuju babak baru kehidupan.

Bukan lagi sebagai mahasiswa yang mengejar nilai dan kelulusan, tetapi sebagai tenaga terampil, profesional dan calon pemimpin yang diharapkan mampu membawa nama Politala sekaligus memberi manfaat bagi Tanah Laut, Kalimantan Selatan dan Indonesia.

Prosesi wisuda berjalan tertib dan lancar.

Dihadir pendiri Politala yang juga mantan bupati Tala dua periode Drs H Adriansyah (Aad), Drs H Atmari (mantan wabup Tala).

Dari Pemkab Tala Bupati diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Dr Ir H Akhmad Hairin MP, Kapolsek Pelaihari Ipda Karia Jaya mewakili kapolres, perwakilan Forkopimda dan undangan penting lainnya.

(derapwaktu.com/roy)