DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Pembangunan tiga titik sumur bor di Desa Tanjung, Kecamatan Bajuin, disambut positif masyarakat Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan.
Program hasil kolaborasi Polres Tanah Laut dan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut itu dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan dasar warga yang selama ini sangat bergantung pada ketersediaan air bersih.
Apresiasi datang tidak hanya dari warga Desa Tanjung, tetapi juga masyarakat di sejumlah wilayah lain yang berharap program serupa dapat diperluas ke desa-desa yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih.
Pembangunan sumur bor tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Melalui dukungan APBD Kabupaten Tanah Laut dan kerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP), tiga titik sumur bor dibangun untuk melayani puluhan kepala keluarga serta sejumlah fasilitas umum.
Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan mengatakan penyediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus dipenuhi melalui sinergi berbagai pihak.
"Kami berharap fasilitas ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi bentuk nyata kepedulian Polri dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80," ujarnya.
Warga Pelaihari, Haryadi, mengaku mengapresiasi langkah Polres Tanah Laut dan Pemkab Tanah Laut yang memilih menghadirkan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
"Menurut saya ini program yang sangat baik karena menyentuh kebutuhan dasar warga. Air bersih merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari. Semoga pembangunan sumur bor seperti ini tidak hanya di Desa Tanjung, tetapi juga bisa menjangkau desa-desa lain yang masih membutuhkan," katanya saat diwawancarai, Jumat (19/6/2026).
Senada dengan itu, warga Kecamatan Bati-Bati, Anggi Risna, menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan kepolisian patut diapresiasi karena menghasilkan program yang berdampak nyata bagi masyarakat.
"Yang paling dirasakan warga adalah program yang memberikan manfaat langsung seperti penyediaan air bersih ini. Harapan saya, kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut dan diperluas ke wilayah lain sehingga semakin banyak masyarakat Tanah Laut yang merasakan manfaatnya," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tanjung, Sukandar, menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan sumur bor di wilayahnya.
Menurutnya, fasilitas tersebut akan sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus menunjang pelayanan di sejumlah fasilitas umum.
Di Desa Tanjung, tiga titik sumur bor dibangun di lokasi berbeda. Titik pertama berada di RT 02 Dusun I dan akan melayani sekitar 24 kepala keluarga serta SDN Tanjung 1.
Titik kedua berada di RT 02 Dusun I dengan cakupan sekitar 18 kepala keluarga dan Mushalla Nurul Hidayah. Sedangkan titik ketiga berada di RT 04 Dusun I yang akan melayani sekitar 25 kepala keluarga serta fasilitas umum seperti Polindes/Puskesmas Tanjung Habulu, TK Bunga Tanjung, dan Posyandu Mawar 2.
Bagi masyarakat, pembangunan sumur bor ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan solusi nyata untuk meningkatkan kualitas hidup warga.
Karena itu, harapan agar program penyediaan air bersih terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak desa di Tanah Laut kini mengemuka, seiring besarnya manfaat yang akan dirasakan masyarakat penerima.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)