DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Aktivitas alat dan pekerja konstruksi mulai terlihat di sepanjang Jalan Ahmad Syairani, Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, dalam sepekan terakhir. 

Penggalian tanah di sisi jalan yang membentang dari simpang lampu merah hingga simpang dekat SMA PGRI menjadi penanda dimulainya proyek pembangunan pedestrian oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Tanah Laut.

Proyek tersebut tak hanya menghadirkan jalur pejalan kaki yang lebih nyaman, tetapi juga digadang-gadang menjadi wajah baru kawasan perkantoran di ibu kota Kabupaten Tanah Laut.

Pantauan di lapangan, Selasa (16/6/2026), pekerjaan diawali dengan pembuatan saluran drainase menggunakan gorong-gorong jenis U-Ditch. 

Di atas konstruksi drainase itu nantinya akan dibangun pedestrian yang membentang di salah satu sisi Jalan Ahmad Syairani.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRP Tanah Laut Dwi Hadi Putra mengatakan panjang pedestrian yang dibangun mencapai sekitar 750 meter pada satu lajur bahu jalan setempat.

“Sedangkan lebarnya bervariasi, ada yang tiga meter dan ada yang dua setengah meter, menyesuaikan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Menurut Hadi, keberadaan pedestrian tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan mobilitas masyarakat, khususnya di kawasan yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik.


Menyambung Penataan Kota

Pembangunan pedestrian di Jalan Ahmad Syairani menjadi bagian dari upaya penataan kawasan perkotaan yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, pedestrian di kawasan Jalan Hadji Boejasin telah lebih dulu dibangun dan kini berkembang menjadi salah satu ruang publik favorit warga Pelaihari.

Selain digunakan untuk berjalan kaki dan berolahraga ringan, kawasan tersebut juga menjadi tempat berkumpul masyarakat serta membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku UMKM yang berjualan di sekitarnya.

Dengan konsep serupa, pedestrian di Jalan Ahmad Syairani diharapkan mampu menghadirkan ruang publik baru yang nyaman sekaligus mempercantik wajah kawasan perkantoran Pelaihari.


Warga Sambut Positif

Pembangunan hadirnya pedestrian baru di kawasan. perkantoran Gagas tersebut  mendapat sambutan hangat  masyarakat.

Rahmadi, warga Pelaihari, menilai pembangunan tersebut akan membuat kawasan perkantoran terlihat lebih tertata dan modern.

“Kalau ada pedestrian tentu lebih nyaman. Orang yang mau berjalan kaki dari satu kantor ke kantor lain tidak perlu lagi lewat bahu jalan. Kota juga jadi lebih cantik,” katanya.

Senada, Siti Nurliani berharap pedestrian baru nantinya dapat menjadi ruang terbuka yang nyaman bagi masyarakat.

“Selama ini kawasan pedestrian di Jalan Haji Boejasin ramai digunakan warga. Mudah-mudahan yang di Ahmad Syairani juga bisa menjadi tempat yang nyaman untuk jalan santai dan berkumpul bersama keluarga,” ujarnya.


Pengendara Diminta Waspada

Di sisi lain, masyarakat pengguna jalan diimbau meningkatkan kewaspadaan selama proses pembangunan berlangsung.

Pasalnya, sejumlah material proyek ditempatkan di tepi jalan dan terdapat beberapa titik galian yang memakan sebagian area bahu jalan.

Pengendara diminta mengurangi kecepatan serta memperhatikan rambu dan petunjuk di sekitar lokasi pekerjaan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Apabila rampung sesuai rencana, pedestrian baru di Jalan Ahmad Syairani diyakini akan menambah ruang publik yang representatif sekaligus memperkuat wajah Pelaihari sebagai kota yang semakin ramah bagi pejalan kaki.

(derapwaktu.com/dw1)