DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Waktu istirahat yang seharusnya menjadi kesempatan memulihkan tenaga justru berubah menjadi mimpi buruk bagi seorang sopir truk CPO di Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan.
Saat sopir tertidur lelap di dalam kabin, pelaku diduga leluasa menyedot sekitar 100 liter biosolar dari tangki truk hingga menyebabkan kerugian jutaan rupiah.
Aksi pencurian itu terjadi pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 03.00 Wita. Truk CPO berwarna kuning bernomor polisi DA 8144 GK saat itu terparkir di depan sebuah warung di wilayah Kecamatan Jorong.
Sopir truk, Imam Juhri, warga Kecamatan Batu Ampar, memilih beristirahat sejenak di dalam kabin usai menempuh perjalanan.
Namun ketika terbangun, ia mendapati biosolar berceceran di sekitar kendaraan.
Setelah memeriksa tangki, ia menyadari sebagian besar bahan bakar telah hilang.
Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jorong untuk ditindaklanjuti.
Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kapolsek Jorong AKP Rahmad Ramadhani membenarkan adanya laporan pencurian tersebut.
"Korban bernama Imam Juhri, warga Kecamatan Batu Ampar. Saat itu kendaraan sedang diparkir untuk beristirahat. Pelaku diduga mengambil biosolar dengan cara membuka baut pelampung pada tangki BBM," ujar AKP Rahmat Ramdani
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku diperkirakan berhasil membawa kabur sekitar 100 liter biosolar. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp1,7 juta.
Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku sekaligus menelusuri kemungkinan adanya jaringan pencurian BBM yang menyasar kendaraan angkutan yang berhenti beristirahat di jalur lintas.
AKP Rahmad mengimbau para pengemudi truk agar meningkatkan kewaspadaan saat berhenti untuk beristirahat, khususnya pada malam hingga dini hari.
"Apabila hendak beristirahat, sebaiknya memilih lokasi yang memiliki penerangan memadai dan berada tidak jauh dari permukiman warga agar lebih aman," imbaunya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aksi pencurian BBM masih menjadi ancaman bagi para sopir angkutan barang.
Selain menimbulkan kerugian materi, pencurian bahan bakar juga berpotensi menghambat distribusi logistik dan aktivitas usaha para pengemudi.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait pelaku agar segera melaporkannya ke kantor kepolisian terdekat.
"Jalur Pelaihari-Kintap itu memang masih banyak tempat yang sepi. Saya sering lihat sopir truk berhenti di tepi jalan, mungkin memgantuk berat," sebut Fahrian, warga Pelaihari.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)